Kasus Stunting Kota Jambi Naik Di Lima Kecamatan

JAMBI, CERITAJAMBI.COM — Jumlah anak berisiko terkena stunting di Kota Jambi mengalami peningkatan di lima kecamatan.

Menurut Mulyadi Yatub, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, peningkatan terjadi setelah dilakukan pengukuran september lalu.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan angka stunting terjadi di Kecamatan Jambi Selatan dari 15 menjadi 18 anak, di Kecamatan Pasar dari 5 menjadi 7 anak.

Kecamatan Telanaipura dari 14 menjadi 17 anak, di Kecamatan Danau Sipin dari 12 menjadi 17 anak, dan di Kecamatan Danau Teluk yang meningkat dari 4 menjadi 9 anak.

“Memang ada peningkatan berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan pada bulan september,” ujarnya saat memberikan pemberian makanan tambahan (PMT) tahan III dikecamatan Palmerah, Jumat 1 November 2024.

BACA JUGA :  After 100 Days, There Are No Revolutions, Wali Kota Maulana Tegaskan Komitmen Bangun Kota Jambi Bahagia

Dijelaskan Mulyadi, Total ada 285 kasus stunting di Kota Jambi, dan kecamatan Jelutung dan kecamatan Jambi Selatan dengan jumlah penderita terbanyak.

“Kasus stunting tertinggi terdapat di Kecamatan Jelutung dengan jumlah 76 anak, disusul Kecamatan Jambi Timur dengan 60 anak,” ujar Mulyadi

DPPKB Kota Jambi saat ini berupaya untuk mengurangi angka stunting dengan berbagai program intervensi, seperti memberikan edukasi gizi kepada masyarakat, menggalakkan program kesehatan ibu dan anak, serta melakukan pemantauan tumbuh kembang anak di setiap kecamatan.

“Salah satu upaya pemerintah dengan memberikan PMT ini ditiap kecamatan, dan menurut rencana ditahun 2024 ini diberikan sebanyak 4 kali,” jelasnya.

Sementara itu Toyib Camat Jambi Selatan mengatakan, untuk saat ini diwilayahnya terdapat 41 orang penderita stunting. Ke depan pihaknya akan turun langsung bersama di BPKB dan Puskesmas untuk menekan angka stunting

BACA JUGA :  Kota Jambi Sabet Penghargaan Tren Penurunan Stunting Terbaik

“Penyebabnya PHBS masyarakat kurang menerapkan perilaku hidup sehat di lingkungannya masing-masing,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *