DAERAH  

Krisis Lalu Lintas di Mendalo: Jalan Overload, Keselamatan Dipertanyakan

Penulis : Azizul, Sekjen KAMMI jambi

 

CERITAJAMBI.COM – Kawasan Mendalo kini bukan lagi sekadar titik padat lalu lintas, melainkan telah masuk kategori krisis. Data tahun 2026 menunjukkan volume kendaraan pada jam sibuk mencapai sekitar 3.500 smp/jam, sementara kapasitas jalan hanya 1.512 smp/jam. Artinya, beban jalan sudah lebih dari dua kali lipat dari kemampuan idealnya.

Dengan derajat kejenuhan (V/C) sebesar 2,31 (>1), Jalan Jambi–Mendalo resmi berada pada Level of Service (LOS) F, atau kondisi gagal. Arus lalu lintas tidak stabil, kemacetan terjadi hampir sepanjang waktu, dan yang paling mengkhawatirkan adalah rendahnya tingkat keselamatan pengguna jalan.

Ironisnya, ruas ini berada di kawasan pendidikan. Mahasiswa dan masyarakat umum harus berbagi ruang dengan ribuan truk batu bara setiap hari. Jalan publik yang seharusnya aman justru dipaksa melayani kepentingan industri.

BACA JUGA :  Jadi Role Model Kepemimpinan Terbuka dan Informatif, Wali Kota Jambi Raih Pemred Award 2025

Masalah ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan ketimpangan kebijakan. Keselamatan masyarakat seolah ditempatkan di urutan kedua.

Azizul menegaskan, kondisi ini menjadi bukti nyata kelalaian pemerintah daerah, khususnya gubernur. Status “gagal” (LOS F) bukan sekadar istilah teknis, tetapi alarm keras bahwa ada yang tidak beres dalam pengelolaan transportasi.

Solusi yang ditawarkan pun dinilai jelas dan mendesak untuk segera direalisasikan:

1. Pembangunan jalan khusus angkutan batu bara

2. Pelebaran Jalan Mendalo

Selama truk batu bara masih bercampur dengan kendaraan umum, risiko kecelakaan akan terus meningkat. Ini bukan lagi soal pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Jika keselamatan hanya menjadi slogan, maka pertanyaannya: siapa yang sebenarnya sedang dilindungi? Berapa banyak lagi nyawa yang harus dikorbankan demi kelancaran industri?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *