KOTA JAMBI, CERITAJAMBI.COM – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly (KFA), menggelar Reses III Tahun 2025 di Perumahan Benfica, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Senin (8/12/2025) pagi.
Reses ini untuk menjaring aspirasi masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) III yang meliputi Telanaipura, Danau Teluk, dan Danau Sipin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati, Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnakerkop UKM Kota Jambi Efrin, Kasi Pemerintahan Telanaipura Sri Wahyuni, serta Lurah Pematang Sulur Wati Gustenti.
Lurah Pematang Sulur, Wati Gustenti, mengapresiasi perhatian Kemas Faried yang selama ini sangat peduli terhadap UMKM dan majelis taklim. Ia mengungkapkan dari 200 UMKM yang pernah dibina, kini jumlahnya semakin menyusut dan membutuhkan perhatian serius.
Wati juga menyoroti persoalan honorarium 39 guru PAMI di wilayahnya. Lima di antaranya tidak bisa lagi menerima insentif karena usia melewati batas ketentuan dalam perwal.
“Mohon perwal ini ditinjau lagi agar guru-guru PAMI tetap semangat mengajar,” ujar Wati.
Kemas Faried menegaskan bahwa reses adalah ruang baginya untuk mendengar langsung keluhan masyarakat.
“Ini bentuk konkrit kinerja kami. Bantuan untuk UMKM dan ibu-ibu pengajian merupakan usulan tahun lalu yang sekarang bisa direalisasikan,” ujarnya.
Ia menyebut berbagai aspirasi lain di dapilnya juga sudah dijalankan, seperti perbaikan jalan dan pemasangan lampu jalan. KFA juga menyampaikan program perlindungan pekerja rentan melalui pembayaran premi BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun.
Untuk 2026, politisi Partai Golkar ini berkomitmen memperjuangkan pengadaan satu unit mobil jenazah untuk Kecamatan Telanaipura dan Danau Teluk. Mobil ini nantinya akan dititipkan di Masjid Al Husen dan bisa digunakan warga secara gratis, sementara operasional ditanggung kas masjid.
Fitri, Ketua UMKM Emak-Emak Juara dari RT 15, meminta bantuan modal usaha dan seragam batik untuk kelompok UMKM. Ia mengeluhkan sulitnya akses modal dari Bank Harkat Kota Jambi.
“Kami sering ikut kegiatan, tapi belum punya seragam batik. Kalau bisa dibantu,” ujar Fitri.
Aspirasi serupa juga disampaikan guru-guru PAMI dan warga lainnya, termasuk perbaikan jalan menuju masjid dan pemakaman yang disampaikan warga RT 17.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Kemas Faried memastikan akan mengupayakan solusi terbaik. Untuk permodalan UMKM, ia berencana berkoordinasi dengan Baznas mengingat program kolaborasi dengan Bank Jambi sudah tidak berjalan lagi.
Terkait persoalan guru PAMI, Kemas Faried membawa kabar baik. Ia akan berkoordinasi dengan Bagian Hukum dan Pemkot Jambi untuk membahas revisi perwal terkait batas usia penerima honorarium.
“Untuk lima guru PAMI yang saat ini tidak bisa diakomodir, honorariumnya dari Januari sampai Desember akan saya bantu dengan dana pribadi,” tegas KFA, disambut tepuk tangan warga.
Di akhir kegiatan, Kemas Faried menyerahkan berbagai bantuan, mulai dari peralatan UMKM seperti mesin jahit, lemari pendingin, kompor gas, hingga freezer, serta bantuan untuk majelis taklim.






