Dianggap Berbahaya, Ini Ciri Ciri dan Asal Anggur Shine Muscat yang Kini Viral

Anggur Shine yang viral dianggap berbahaya

JAKARTA,CERITAJAMBI.COM – Media sosial kini di hebohkan dengan viralnya anggur shine muscat Anggur ini dianggap berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa hari belakangan ini, anggur shine Muscat tengah ramai dibahas di media sosial.

Hal ini bermula dari adanya temuan kontaminasi residu kimia yang melewati batas aman yang diizinkan di anggur Shine Muscat dari China, pada Kamis 24 Oktober 2024.

Penemuan tersebut disampaikan oleh Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN), Dewan Konsumen Thailand (TCC), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA)

Meskipun beredar luas di beberapa negara di Asia, antara lain Korea Selatan dan China, anggur Shine Muscat sesungguhnya disebut berasal dari Jepang.

Dikutip dari laman Organisasi Penelitian Pertanian dan Pangan Nasional (NARO) Jepang, anggur Shine Muscat berasal dari penggabungan Akitsu-21 dan anggur Hakunan.

BACA JUGA :  PT Freeport Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Penempatan Jakarta, Ini Syaratnya

Buah ini pertama kali diperkenalkan ke publik atas nama “Shine Muscat” pada tahun 2003.

Biasanya anggur Shine Muscat matang pada pertengahan sampai akhir bulan Agustus, dengan rata-rata berat buahnya 10 gram.

Di Jepang, anggur Shine Muscat tergolong buah mahal dan dijajakan di supermarket kelas atas, dengan kemasan yang mewah. Per satu pon (sekitar 453 gram), misalnya, harganya mulai 7.000 yen (sekitar Rp 718.000).

Namun, jika beruntung, kamu tetap bisa menemukan anggur Shine Muscat dengan harga lebih terjangkau yakni Rp 394.000-an.

Harganya yang mahal inilah yang dinilai membuat anggur Shine Muscat dari Jepang “kalah terkenal” dibanding anggur Shine Muscat dari Korea Selatan dan China.

Dilansir dari The Straits Times, anggur Shine Muscat asal Korea Selatan dan China memiliki rupa yang hampir mirip, dengan harga yang lebih miring.

BACA JUGA :  Hendak Pergi Kampanye, Cagub Maluku Utara Benny Laos Tewas Usai Speedboat Meledak

Hal ini karena China dan Korea Selatan disebut mengambil bibit anggur Shine Muscat dari Jepang, kemudian mencangkokkannya ke tanaman merambat lokal.

Harga anggur Shine Muscat di Korea Selatan bisa mencapai 42.225 won (sekitar Rp 479.568) per dua kilogram, meskipun sempat menurun pada awal tahun 2023 jadi 26.466 won (sekitar Rp 300.586) akibat adanya perubahan rasa dan kurangnya pengecekan kualitas, dikutip dari Korea JoongAng Daily.

Sementara itu, harga anggur Shine Muscat di China pun sempat melonjak dan pernah mencapai 400 yuan (sekitar Rp 662.878) per ikatnya.

Dilansir dari The China Academy, saat ini harga anggur Shine Muscat di China lebih terjangkau mulai 10 yuan (sekitar Rp 22.095) per kilogram.

BACA JUGA :  Patrick Kluivert Resmi Tiba di Indonesia Sore Ini, Siap Awali Era Baru Timnas

Dilansir dari laman Tasting Table, anggur Shine Muscat kerap disebut sebagai mango grape atau anggur mangga.

Anggur buatan manusia ini terbilang istimewa. Pasalnya, selain warnanya yang kuning kehijauan cerah, anggur Shine Muscat juga umumnya tidak berbiji sehingga lebih mudah dimakan.

Tekstur dagingnya pun renyah, juicy, dan sedikit padat, dengan kulit buah yang tipis dan rasa yang manis. Alhasil, tak perlu mengupas kulit anggur Shine Muscat sebelum menyantapnya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *