Perluas Inklusi Pembiayaan Digital yang Aman, YesssCredit Hadir dan Fokus di Kota-Kota Kecil dan Berkembang

Michael Li Meng, Direktur YesssCredit, menyerahkan nasi kuning kepada Steven Zhang, Head of OPPO Finance Indonesia; dalam prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol peresmian Office Opening YesssCredit. Office Opening YesssCredit

JAKARTA, CERITAJAMBI.COM – YesssCredit, sebagai perusahaan pembiayaan digital tepercaya dan inovatif, mengukuhkan komitmennya untuk membantu masyarakat memperoleh produk keuangan yang aman dan terjamin lewat pembukaan kantor pusatnya di kawasan Kuningan, Jakarta, 25 September 2025.

Dalam kesempatan tersebut, YesssCredit memaparkan fokusnya dalam memperluas inklusi pembiayaan digital yang aman, khususnya di kota-kota kecil dan berkembang.

“Kami yakin, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya ditopang oleh kota-kota besar, namun juga kota kecil dan berkembang. Karena itu, kami sudah hadir di 30 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatrahingga Kepulauan Maluku,” ujar Welan Towai Palilingan, Direktur Utama YesssCredit saat membuka kantor baru perusahaan.

Dalam menyalurkan pembiayaan, YesssCredit bekerja sama dengan nama-nama besar seperti Bank Jago dan Superbank sebagai lender. Perusahaan kemudian menyalurkan pembiayaan melalui kemitraan dengan lebih dari 4.000 toko di seluruh Indonesia dan kini telah melayani lebih dari 1,65 juta pengguna terdaftar. Sejak berdiri, YesssCredit telah menyalurkan lebih dari Rp788 miliar kredit ke masyarakat.

BACA JUGA :  Chery J6 Bermotif Batik Akan Dilelang di GJAW 2024, Karya Seni Otomotif Unik

Welan menegaskan, “Kolaborasi strategis dengan bank serta jaringan mitra ritel yang luas memperkuat komitmen kami untuk menghadirkan akses pembiayaan yang aman, mudah, dan tepercaya bagi jutaan masyarakat Indonesia. Fokus kami saat ini ada pada pembiayaan produk-produk teknologi dan elektronik, yang banyak dipakai masyarakat untuk kebutuhan-kebutuhan produktif.”

Kota metropolitan di Indonesia memang masih menjadi pusat kekuatan ekonomi dengan PDB per kapita tertinggi sebesar Rp158 juta, dibandingkan dengan kota tier-2 dan tier-3 yang hanya sebesar Rp73 juta. Namun, pertumbuhan PDB kota tier-2 dan tier-3 melampaui metropolitan dengan CAGR 6,6% (2018–2022), sementara metropolitan hanya mencatat CAGR 5,4%. Selain itu, terdapat sekitar 163 juta penduduk perkotaan, dengan 76% diantaranya berasal dari kota tier-2 dan tier-3. Hal ini menunjukkan adanya potensi besar yang belum tergarap di kota-kota kecil dan berkembang. (Twimbit Analysis, Empowering Indonesia 2024).

BACA JUGA :  Yamaha Rilis Varian dan Warna Terbaru Fazzio Hybrid Series, Skutik Cocok untuk Gen Z

Michael Li Meng, Direktur YesssCredit, menekankan pentingnya teknologi sebagai penggerak utama dalam memperluas akses pembiayaan digital. “Kami memadukan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dengan pendekatan human-centered untuk membuat proses persetujuan lebih cepat dan lebih mudah”,katanya.

YesssCredit menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Installment Financing untuk pembelian barang bernilai besar, seperti elektronik dan furnitur, dengan limit hingga Rp30 juta dan tenor hingga 24 bulan. Menurut Sylvia Yulianti Sirait, Direktur YesssCredit, karakter produk ini dirancang agar konsumen tidak terbebani.

“Kami memastikan transparansi harga, tenor fleksibel, tanpa biaya tersembunyi atau lonjakan bunga mendadak. Pendekatan ini penting agar pembiayaan benar-benar menjadi instrumen yang membantu produktivitas, bukan menambah risiko,” ujarnya.

BACA JUGA :  Inflasi Provinsi Jambi Juni 2025 Sebesar 1,34 Persen, Lebih Rendah dari Nasional

YesssCredit menegaskan langkah untuk berperan dalam ekosistem pembiayaan digital yang inklusif.

Kehadiran di kota-kota berkembang diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga menjawab tantangan kesenjangan akses kredit yang selama ini membatasi potensi ekonomi masyarakat diluar kota besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *