JAMBI, CERITAJAMBI.COM – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Jambi melontarkan kritik keras terhadap belum direalisasikannya komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam penanganan banjir Sungai Asam. Fraksi menilai lambannya tindak lanjut janji tersebut berdampak serius, hingga banjir kembali melanda Kota Jambi dan merenggut nyawa seorang anak pada 12 Desember lalu.
Fraksi PDIP menegaskan, persoalan banjir kini bukan lagi sekadar urusan teknis atau curah hujan, melainkan telah menyentuh ranah keselamatan warga akibat lemahnya keseriusan penanganan lintas pemerintah.
Akibat belum jelasnya realisasi dukungan dari Pemerintah Provinsi, upaya penanganan banjir Sungai Asam dinilai berjalan lambat. Padahal, skema pembiayaan telah dibahas bersama antara pemerintah pusat, pemerintah kota, dan pemerintah provinsi.
“Skema sudah ada, tapi realisasinya yang kami tunggu. Janji jangan berhenti di pernyataan,” tegas Maria Magdalena Fraksi PDIP, 14 Desember 2025.
Selain menagih komitmen Pemerintah Provinsi, Fraksi PDIP juga mendesak Pemerintah Kota Jambi segera mengambil tindakan tegas terhadap berbagai faktor yang memperparah banjir, khususnya penyempitan alur sungai dan alih fungsi lahan resapan air menjadi kawasan bangunan.
Fraksi secara khusus menyoroti kawasan Jambi Business Center (JBC) yang dinilai telah mengurangi daya serap air dan memperbesar risiko banjir di wilayah sekitarnya.
Tak hanya itu, Fraksi PDIP juga meminta Pemkot melakukan perbaikan dan normalisasi drainase secara menyeluruh, mengingat banyak saluran air yang masih mengalami penyumbatan dan tidak berfungsi optimal saat hujan deras.
“Jangan sampai banjir terus berulang dan korban jiwa kembali berjatuhan. Ini harus jadi peringatan serius,” tegas Maria.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Fraksi PDIP turut mendesak percepatan pembangunan kolam retensi atau tempat penampungan air, agar limpasan air hujan dapat dikendalikan dan tidak langsung menggenangi permukiman warga.
Fraksi PDIP menegaskan, janji politik harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Mereka meminta seluruh pihak, baik provinsi maupun kota, bertanggung jawab penuh atas keselamatan masyarakat Kota Jambi.






