Siloam Jambi Berhasil Deteksi dan Tangani Aneurisma Otak Tanpa Bedah Terbuka

Siloam Jambi berhasil deteksi dan tangani Aneurisma otak tanpa bedah terbuka

JAMBI,CERITAJAMBI.COM  – Siloam Hospitals Jambi berhasil mendeteksi dan menangani aneurisma otak pada seorang pasien laki-laki berusia 66 tahun melalui prosedur neurointervensi tanpa bedah terbuka.

Dokter Spesialis Neurologi-Konsultan Neurointervensi Siloam Hospitals Jambi dr Hendra Irawan di Jambi, Jumat, mengatakan pasien datang dengan keluhan sakit kepala hebat yang muncul secara mendadak dan disertai muntah.

“Kami menemukan aneurisma pada pembuluh darah otak sebelah kanan, berdasarkan pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA),” katanya.

Ia mengatakan aneurisma otak merupakan kondisi ketika dinding pembuluh darah di otak melemah dan mengalami pembengkakan menyerupai balon.

Kondisi tersebut perlu mendapat penanganan karena aneurisma berpotensi pecah dan menyebabkan perdarahan otak yang dapat mengancam jiwa.

BACA JUGA :  Jangan Minum Kopi saat Haid, Ini 3 Efek Samping yang bisa Dirasakan

Tim medis kemudian melakukan tindakan coiling untuk menutup aneurisma tanpa melakukan operasi terbuka.

Prosedur tersebut dilakukan dengan memasukkan coil melalui pembuluh darah hingga mencapai lokasi aneurisma.

“Aneurisma dapat ditutup dengan tindakan coiling, sehingga risiko pecah dapat dicegah dan prosedur ini tidak memerlukan bedah terbuka pada kepala,” kata dia.

Tim medis setelah tindakan memastikan aneurisma telah tertutup dan aliran darah pada pembuluh otak kembali normal.

Kondisi pasien juga menunjukkan perkembangan positif dengan keluhan sakit kepala yang berangsur membaik.

Siloam Hospitals Jambi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan sakit kepala yang sangat berat dan muncul tiba-tiba, terutama jika disertai muntah, pandangan kabur atau ganda, leher kaku, maupun kehilangan kesadaran.

BACA JUGA :  Tingkatkan Sirkulasi Darah dengan Konsumsi 6 Makanan Sehat

Gejala tersebut membutuhkan pemeriksaan medis segera untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *