JAMBI,CERITAJAMBI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus mendorong terciptanya ruang bagi anak usia dini untuk berekspresi, berkreasi, sekaligus mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Sinergi Warna Bahagia dalam Kreativitas Mewarnai Anak PAUD Kota Jambi” yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG, dan merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Kolej Poly-Tech MARA (KPTM) Malaysia, IAIMA Jambi, serta Bunda PAUD Kota Jambi.
Sekitar 60 anak PAUD dari Kota Jambi mengikuti lomba mewarnai tersebut.
Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan ini dirancang untuk melatih imajinasi, kemampuan seni, motorik, konsentrasi, serta membangun keberanian dan rasa percaya diri anak dalam mengekspresikan diri.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara anak, orang tua, pendidik, dan berbagai pihak yang terlibat.
Dalam sambutannya, Nadiyah mengatakan setiap anak terlahir dengan potensi dan bakat yang istimewa. Namun, setiap anak memiliki kadar, porsi, dan jenis kecerdasan yang berbeda.
“Setiap anak mempunyai potensi dan bakat istimewa yang berbeda-beda. Kita tidak bisa menyamakan setiap anak, sebab mereka memiliki kecerdasan dan kemampuan yang berbeda,” ujar Nadiyah.
Menurutnya, potensi anak tidak semata-mata diukur dari kemampuan akademik. Kecerdasan anak bersifat majemuk, mulai dari kemampuan bahasa, logika, visual, kinestetik, musik, hingga kemampuan interpersonal.
“Alhamdulillah, salah satu agenda kita hari ini adalah lomba mewarnai untuk anak-anak PAUD Kota Jambi, dengan peserta sekitar 60 orang anak,” katanya.
Nadiyah juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang senantiasa meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak dalam berbagai kegiatan.
Menurutnya, kehadiran orang tua bukan sekadar sebagai pendamping, tetapi juga memberikan kekuatan dan dukungan psikologis bagi anak.
“Ini adalah wujud komitmen kita bersama sebagai orang tua. Mari kita sedikit meluangkan waktu untuk hadir dan mendampingi anak-anak kita dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ungkapnya.
Jangan Paksa Anak Ikuti Keinginan Orang Tua
Lebih lanjut, Nadiyah mengingatkan para orang tua agar tidak memaksakan potensi maupun minat anak sesuai dengan keinginan orang tua.
Sebaliknya, orang tua perlu mengenali serta memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan minat dan bakatnya masing-masing.
“Jangan pernah memaksakan potensi anak sesuai dengan kemauan orang tua. Kita harus melihat dan mengikuti apa yang menjadi potensi anak sesuai minat dan bakat mereka masing-masing,” tegasnya.
Ia mencontohkan, apabila seorang anak memiliki minat berpikir kritis, bermain catur, sepak bola, atau bidang lainnya, orang tua tidak perlu memaksanya mengikuti kegiatan yang tidak sesuai dengan minat anak.
“Kalau anaknya hobinya berpikir kritis, hobinya bermain catur atau bermain bola, jangan kita paksa harus ikut lomba mewarnai. Karena sejujurnya, semua aktivitas di masa anak-anak itu harus menyenangkan,” jelasnya.
Mewarnai Melatih Anak Mengambil Keputusan
Nadiyah menambahkan, di balik kegiatan sederhana seperti mewarnai, terdapat proses pembelajaran yang penting bagi tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan tersebut, anak belajar menentukan pilihan warna, berpikir, mengambil keputusan, melatih koordinasi motorik, berkonsentrasi, hingga menghasilkan sebuah karya.
“Jadi kegiatan mewarnai hari ini bukan hanya menghasilkan sebuah karya. Di dalamnya ada proses anak menentukan pilihan, proses berpikir, mengambil keputusan dari tingkat yang paling sederhana, melatih motorik dan fokus,” tuturnya.
Menurut Nadiyah, proses sederhana tersebut dapat membantu membangun rasa percaya diri anak ketika mereka berhasil menyelesaikan dan menghasilkan sebuah karya.
“Pada akhirnya, mereka akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri karena mampu menghasilkan sebuah karya,” lanjutnya.
Dalam rangkaian kunjungan KPTM Malaysia ke Kota Jambi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemberian bantuan literasi untuk sejumlah TK dan SD, serta bantuan sosial bagi anak yatim piatu dan kaum duafa.
Nadiyah berharap kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya antara KPTM Malaysia dan IAIMA Jambi, dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, khususnya KPTM dengan IAIMA Jambi, bisa terus berlangsung dan semakin banyak memberikan manfaat, sehingga manfaatnya juga dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat kita,” pungkasnya. (*)






