DAERAH  

Asal Usul Nama Sungai Batanghari di Jambi, Sungai Terpanjang di Sumatera yang Penuh Sejarah

CERITAJAMBI.COM – Sungai Batanghari dikenal sebagai sungai terpanjang di Pulau Sumatera dan menjadi salah satu ikon penting Provinsi Jambi. Sungai ini tidak hanya berperan sebagai jalur transportasi dan sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga memiliki cerita rakyat menarik mengenai asal-usul namanya.

Bagi masyarakat Jambi, Sungai Batanghari bukan sekadar aliran air yang membelah wilayah provinsi. Sungai ini sudah menjadi bagian dari sejarah panjang peradaban Melayu di Sumatera, bahkan sejak masa kerajaan-kerajaan kuno berkembang di wilayah tersebut.

Dalam cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Jambi, pada zaman dahulu para tokoh adat tengah mencari seorang pemimpin yang mampu menjadi raja dan menyatukan negeri. Untuk mendapatkan sosok pemimpin yang tepat, mereka mengadakan sayembara dengan berbagai ujian berat bagi calon raja.

BACA JUGA :  Kemas Faried Tegaskan DPRD Kawal Rekomendasi BPK Soal Penuntasan TBC

Namun, tidak ada seorang pun dari masyarakat setempat yang mampu menyelesaikan ujian tersebut. Para tokoh adat kemudian melakukan perjalanan jauh ke negeri lain untuk mencari sosok yang bersedia menjadi raja di Negeri Jambi.

Setelah melakukan perjalanan panjang hingga ke wilayah India Selatan, rombongan tersebut akhirnya menemukan seorang calon pemimpin yang dianggap layak untuk memimpin negeri. Mereka kemudian membawa calon raja tersebut kembali menuju Jambi.

Dari “Kepetangan Hari” Menjadi Batanghari

Dalam perjalanan pulang menuju Jambi, rombongan tersebut melewati sebuah muara sungai besar yang belum mereka ketahui namanya. Para tokoh adat kemudian bertanya kepada calon raja mengenai nama sungai tersebut.

Calon raja itu menjawab bahwa sungai tersebut bernama “Kepetangan Hari.” Seiring berjalannya waktu, penyebutan nama tersebut mengalami perubahan menjadi “Petang Hari.”

BACA JUGA :  Sekda A Ridwan : "Festival Muharram Momentum Muhasabah dan Penguatan Ukhuwah"

Lama-kelamaan, masyarakat kemudian menyebut sungai tersebut dengan nama Batanghari, yang akhirnya dikenal hingga sekarang.

Dalam bahasa Melayu, kata “batang” sering digunakan untuk menyebut sungai atau aliran air yang besar. Karena itu, nama Batanghari juga memiliki makna sebagai sungai besar yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sungai Batanghari sendiri memiliki panjang lebih dari 800 kilometer dan mengalir dari wilayah Sumatera Barat hingga bermuara di Provinsi Jambi. Sungai ini melewati sejumlah kabupaten dan kota sebelum akhirnya menuju Selat Berhala.

Sejak zaman dahulu, Sungai Batanghari memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Sungai ini digunakan sebagai jalur transportasi utama, terutama pada masa ketika akses jalan darat belum berkembang seperti sekarang.

BACA JUGA :  Ketua TP PKK Kota Jambi : Perjuangan Kartini Hidup dalam Setiap Langkah Perempuan Masa Kini 

Selain itu, sungai ini juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari perdagangan, perikanan, hingga pertanian di daerah sekitar aliran sungai.

Hingga saat ini, Sungai Batanghari tetap menjadi salah satu simbol penting bagi Provinsi Jambi. Selain nilai sejarahnya, sungai ini juga menjadi destinasi wisata dan tempat masyarakat menikmati pemandangan alam, terutama saat matahari terbenam di tepian Kota Jambi.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *