CMSE 2026 Catat Rekor, 15.372 Pengunjung Hadir Langsung Selama Tiga Hari

CERITAJAMBI.COM – Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 mencatat rekor baru dengan menjaring 15.372 pengunjung secara langsung selama tiga hari penyelenggaraan, pada 5–7 November 2026.

Jumlah tersebut meningkat 31,59 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 11.682 pengunjung. Rekor ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap investasi dan perkembangan pasar modal Indonesia.

Secara keseluruhan, CMSE 2026 berhasil menjangkau 36.605 pengunjung. Angka tersebut terdiri dari 15.372 pengunjung yang hadir langsung serta 21.233 peserta yang mengikuti kegiatan secara virtual melalui kanal digital Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kegiatan nonton bersama di berbagai Kantor Perwakilan BEI.

Kegiatan yang mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan” ini diselenggarakan BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selama tiga hari, CMSE 2026 menghadirkan 17 narasumber, sembilan moderator, serta 88 booth dengan 104 tenant dari berbagai pelaku industri dan pemangku kepentingan pasar modal.

Tak hanya melalui kegiatan utama, upaya meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal juga dilakukan lewat rangkaian Road to CMSE 2026 yang berlangsung di berbagai wilayah Indonesia sejak Agustus hingga Oktober 2026.

BACA JUGA :  Dari Panggung Seminar Nasional, Wawako Diza Dorong UMKM Jambi Naik Kelas

Dari 100 kegiatan yang melibatkan 115 mitra tersebut, tercatat sebanyak 92.838 peserta berhasil dijangkau. Bahkan, rangkaian kegiatan ini turut mencatatkan 76.236 investor baru di pasar modal Indonesia.

CMSE 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda penting, di antaranya pemberian penghargaan Galeri Investasi BEI (GI BEI Award) 2026 pada 5 November serta peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 6 November.

Berbagai sesi edukasi turut digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perencanaan keuangan, instrumen investasi, hingga pasar modal syariah.

Pada hari pertama, seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook” membahas prospek ekonomi dan peluang investasi ke depan.

Memasuki hari kedua, pengunjung mendapatkan edukasi melalui sejumlah sesi, di antaranya “Financial Freedom Roadmap: Strategi Investasi untuk Setiap Tahap Kehidupan”, “Which Investment Fits You?”, serta talkshow pasar modal syariah bertajuk “Investlife Balance: Profit Halal, Berkah Maksimal”.

BACA JUGA :  Dua Hari Pelaksanaan, CMSE 2025 Catatkan Rekor Pengunjung hingga 11.682

Sementara pada hari ketiga, edukasi difokuskan pada ETF Emas dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia keuangan. Acara juga menghadirkan sesi inspiratif untuk mendorong keterlibatan generasi muda di pasar modal, sebelum ditutup dengan penampilan RAN dan pengundian hadiah utama.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengatakan CMSE tahun ini mengangkat semangat olahraga maraton sebagai gambaran perjalanan investasi.

Menurutnya, investasi tidak hanya berbicara mengenai seberapa cepat seseorang memperoleh keuntungan, tetapi juga membutuhkan persiapan, kedisiplinan, kemampuan menjaga konsistensi, serta pemahaman terhadap risiko.

“Keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa cepat seseorang memperoleh keuntungan, tetapi juga oleh kemampuannya untuk terus belajar, menjaga disiplin, memahami risiko, dan konsisten menjalankan tujuan keuangan,” ujar Iding dalam sambutan penutupan CMSE 2026, Sabtu (7/11).

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah investor pasar modal harus diiringi dengan penguatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik berbagai instrumen investasi beserta risikonya.

Untuk itu, BEI terus memperluas edukasi melalui Sekolah Pasar Modal, pengembangan Galeri Investasi BEI, program Duta Pasar Modal, serta pengenalan berbagai instrumen investasi, mulai dari saham, reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), obligasi hingga sukuk.

BACA JUGA :  Hadiri Pameran Yamaha di Jamtos Sabtu Ini, Ada IPhone Gratis untuk Pengunjung

Iding berharap CMSE 2026 dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk berani memulai investasi sekaligus meningkatkan pengetahuan mengenai pasar modal.

Ia menegaskan, setiap orang memiliki titik awal dan tujuan keuangan yang berbeda, tetapi mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari perkembangan pasar modal Indonesia.

Penutupan CMSE 2026, lanjutnya, bukan menjadi akhir, melainkan langkah berikutnya untuk membangun pasar modal Indonesia yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

“Mari jadikan semangat CMSE 2026 sebagai energi untuk terus bergerak dan berkolaborasi dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi di pasar modal,” tutup Iding.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *