JAMBI,CERITAJAMBI.COM – Pemerintah Kota Jambi mengapresiasi kiprah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi dalam memenuhi kebutuhan darah masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan pada peringatan Hari Donor Darah Internasional tingkat PMI Kota Jambi yang digelar di Lobby Kantor Wali Kota Jambi, Senin (29/6/2026), dan dirangkaikan dengan kegiatan donor darah.
Wali Kota Jambi mengatakan, Pemerintah Kota Jambi memberikan penghargaan atas kinerja Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Jambi di bawah kepemimpinan Ketua PMI Kota Jambi, Muhammad Nasir, yang terus berupaya menjaga ketersediaan stok darah.
“Atas nama pemerintah dan mewakili masyarakat Kota Jambi, kami sangat mengapresiasi UDD PMI Kota Jambi di bawah kepemimpinan Bapak Muhammad Nasir. Upaya ini juga didukung legislatif, eksekutif, jajaran kecamatan, kelurahan hingga RT melalui pembentukan kampung-kampung donor darah,” ujarnya.
Ia mengatakan kebutuhan darah di Kota Jambi terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya kasus penyakit yang membutuhkan transfusi darah, pasien talasemia, tindakan operasi hingga kecelakaan lalu lintas.
“Kebutuhan darah ini dari waktu ke waktu terus naik. Ada pasien talasemia, berbagai tindakan operasi, kecelakaan lalu lintas dan berbagai kondisi medis lainnya yang membutuhkan darah. Karena itu, pemenuhan kebutuhan darah harus dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Wali Kota juga mengapresiasi peran para relawan PMI, termasuk Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR), yang dinilai berkontribusi besar mengampanyekan donor darah, khususnya di kalangan generasi muda.
“PMR dan KSR adalah anak-anak muda yang memiliki kontribusi besar. Mereka harus menjadi bagian dari gerakan donor darah secara rutin. Ini merupakan kampanye kemanusiaan yang luar biasa,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot Jambi juga mengapresiasi dukungan dunia usaha dan berbagai pihak dalam memperkuat pelayanan donor darah. Di antaranya bantuan peralatan dari PMI Pusat senilai sekitar Rp2 miliar serta kendaraan mobile donor darah dari PetroChina.
Menurut Wali Kota, kebutuhan darah di Kota Jambi saat ini telah mencapai lebih dari 18 ribu kantong per tahun dan diperkirakan akan terus meningkat.
“Kita tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan darah ini tanpa gotong royong. Semua pihak harus bersama-sama meningkatkan cakupan donor darah karena kebutuhan darah kita mencapai lebih dari 18 ribu kantong per tahun dan akan terus meningkat,” jelasnya.
Ia menegaskan penyediaan darah merupakan tugas kemanusiaan yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, PMI, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.
Dalam mendukung gerakan donor darah, Pemkot Jambi juga mendorong Program Kampung Bahagia sebagai ruang edukasi masyarakat melalui kelompok kerja di tingkat kelurahan dan kecamatan agar semakin memahami pentingnya donor darah secara rutin.
Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Jambi, Fadli Quzwain, mengungkapkan kebutuhan darah di Kota Jambi sebenarnya mencapai 3.000 hingga 4.000 kantong setiap bulan. Namun, saat ini PMI Kota Jambi baru mampu menyediakan sekitar 2.000 hingga 2.500 kantong darah per bulan.
“Masih banyak keluarga pasien yang harus mencari donor pengganti karena stok darah di PMI tidak selalu tersedia. Kalau stok selalu tersedia, keluarga pasien tidak perlu lagi direpotkan mencari pendonor. Jadi tidak ada lagi antrean menunggu darah,” kata Fadli.
Ia menjelaskan keterbatasan stok darah juga dipengaruhi oleh terbatasnya jumlah pendonor aktif, sementara petugas pelayanan donor darah juga tidak bekerja selama 24 jam.
Fadli menambahkan, golongan darah AB menjadi yang paling sulit diperoleh karena jumlah pendonornya relatif sedikit. Sementara golongan darah O merupakan yang paling banyak tersedia, sedangkan golongan darah A dan B relatif seimbang.
Melalui peringatan Hari Donor Darah Internasional ini, PMI Kota Jambi berharap semakin banyak masyarakat yang bersedia mendonorkan darah secara rutin agar kebutuhan darah bagi pasien di Kota Jambi maupun daerah sekitar dapat terpenuhi. (*)






