DAERAH  

Program Kampung Bahagia Diapresiasi Warga, Ketua RT: Fasilitas yang Selama Ini Belum Ada Kini Terpenuhi

Serah terima hasil program dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha kepada masing-masing ketua RT.

JAMBI,CERITAJAMBI.COM – Program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, Kampung Bahagia, terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal itu terlihat saat pelaksanaan serah terima hasil pemanfaatan program di RT 17 Kelurahan Simpang III Sipin dan RT 08 Kelurahan Beliung, Sabtu (4/7/2026).

Pada tahap pertama tahun 2026, sebanyak 797 RT di Kota Jambi melaksanakan Program Kampung Bahagia yang digagas Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha. Bahkan, di sejumlah wilayah capaian program melebihi 100 persen berkat partisipasi dan swadaya masyarakat.

Serah terima hasil program dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha kepada masing-masing ketua RT. Di dua lokasi tersebut, pemanfaatan anggaran difokuskan pada pembangunan infrastruktur, penguatan sosial dan keagamaan, serta peningkatan keamanan dan kebersihan lingkungan.

Ketua RT 08 Kelurahan Beliung yang juga Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Bahagia, Muhammad, mengapresiasi dukungan Pemkot Jambi melalui program tersebut.

BACA JUGA :  Besok Pemkot Jambi Gelar Shalat Idul Fitri di Balaikota, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Hadir Bersama Keluarga

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota atas bantuannya memberikan anggaran yang bisa kami manfaatkan untuk kebutuhan pembangunan sesuai kebutuhan di RT 08,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh kegiatan yang dilaksanakan merupakan hasil musyawarah bersama warga. Beberapa di antaranya pembangunan tiga unit portal jalan untuk meningkatkan keamanan lingkungan, pembangunan drainase tertutup, pengadaan CCTV, 100 unit kursi, tenda baru dan rehabilitasi tenda, meja prasmanan, mesin potong rumput, kipas angin blower, sound system hingga seragam Pokja.

Menurut Muhammad, Program Kampung Bahagia telah membantu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat yang selama ini belum dapat diwujudkan.

“Alhamdulillah telah banyak fasilitas di RT 08 yang selama ini tidak terpenuhi, dengan adanya Program Kampung Bahagia ini sudah terlengkapi,” katanya.

Dari dana Rp100 juta yang diterima RT 08, sebanyak Rp85,6 juta telah direalisasikan untuk berbagai kegiatan yang telah disepakati masyarakat. Sisanya digunakan untuk kebutuhan operasional Pokja sesuai mekanisme yang berlaku.

BACA JUGA :  Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional, Wali Kota Jambi Terima Penghargaan UHC Awards 2026

Ia berharap Program Kampung Bahagia dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya agar pembangunan berbasis lingkungan semakin merata.

“Mudah-mudahan di periode selanjutnya bisa berlanjut, dan alokasi dana terus tersedia sehingga masyarakat dapat bahagia,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengapresiasi peran para ketua RT sebagai Ketua Pokja yang dinilai mampu mengelola program secara transparan dan melibatkan masyarakat.

“Saya berterima kasih karena Bapak Ketua RT bisa memaparkan pemanfaatan program ini, terutama terkait penggunaan anggaran yang sangat krusial dan harus dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat semangat menjalankannya dengan bergotong royong,” ujar Diza.

Ia menegaskan, Program Kampung Bahagia melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) merupakan implementasi semangat gotong royong yang terus didorong Pemerintah Kota Jambi.

“Mudah-mudahan setiap informasi yang disampaikan dari pemerintah kepada camat, lurah hingga ketua RT dapat didistribusikan dengan baik sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

BACA JUGA :  Pimpin Apel Hari Donor Darah, Maulana Gaungkan Semangat Solidaritas Sosial Melalui Donor Darah

Di kesempatan yang sama, Lurah Beliung Bambang Sutedjo menjelaskan bahwa pada pelaksanaan Program Kampung Bahagia tahap pertama, Kelurahan Beliung belum melakukan pengadaan bentor untuk OPBM.

Namun demikian, menurutnya, sistem pengelolaan sampah di wilayah tersebut sudah berjalan melalui bank sampah serta dukungan pengangkutan sampah oleh pihak swasta.

“Alhamdulillah sebelum ada OPBM, Kelurahan Beliung sudah memiliki sistem pengelolaan sampah melalui bank sampah. Saat ini terdapat tujuh OPBM dari program BKBK dan enam yang dikelola secara mandiri oleh pihak swasta,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jambi, Forum Ketua RT, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *