MUARO JAMBI,CERITAJAMBI.COM – Warga Jambi khususnya di wilayah Kabupaten Muaro Jambi diminta waspada. Terutama masyarakat yang berada di kawasan yang memiliki lahan yang mudah terbaar. Sebab, Pemerintah sudah menetapkan wilayah yang masuk zona karhutla.
Saat ini, ada 73 Desa dan Kelurahan teridentifikasi berada dalam zona rawan, tersebar di delapan Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.
Data ini berdasarkan data dari peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muaro Jambi, Anari Hasiholan Sitorus, mengatakan pemetaan itu merupakan hasil identifikasi terbaru di delapan Kecamatan.
“Saat ini kami sedang memetakan wilayah rawan karhutla, dan totalnya ada 73 desa dan kelurahan,” kata Anari, Senin 13 April 2026.
Anari menyampaikan, bahwa sebaran kerawanan tidak merata. Kecamatan Kumpeh menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, sedangkan Kecamatan Mestong paling sedikit.
“Mayoritas memang berada di Kumpeh. Itu ada 16 desa dan satu kelurahan. Sementara Mestong hanya enam Desa,” sampainya.
Menurut Anari, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan acuan dalam menentukan langkah pencegahan.
Seluruh wilayah, katanya, tetap memiliki potensi kebakaran, terutama jika didukung kondisi cuaca ekstrem.
“Walaupun jumlahnya berbeda, bukan berarti yang sedikit itu aman. Semua tetap berisiko, apalagi kalau sudah masuk musim kering,” ujarnya.
Anari mengatakan, hingga kini status siaga karhutla di Muaro Jambi belum ditetapkan. Pemerintah Daerah, kata dia, masih menunggu hasil rapat koordinasi lintas instansi yang akan digelar Selasa 14 April 2026 besok.
“Untuk status, kita masih menunggu hasil rapat besok. Di situ nanti akan dibahas bersama semua pihak,” jelasnya.
Anari menjelaskan, keputusan tersebut penting karena akan menentukan langkah lanjutan dalam penanganan karhutla.
BPBD tidak menunggu sampai status ditetapkan untuk bergerak. Sejumlah langkah awal telah dilakukan, termasuk pemetaan dan koordinasi di tingkat kecamatan.
“Kami tidak menunggu. Pemetaan ini bagian dari kesiapsiagaan awal,” katanya.
Anari berharap, dengan pemetaan yang lebih rinci, penanganan karhutla tahun ini bisa lebih cepat dan terarah.
“Harapannya tentu kita bisa mencegah sebelum terjadi. Jangan sampai sudah besar baru kita bergerak,” tutupnya.(*)






