DAERAH  

Kolam Retensi Jambi Dihijaukan, 500 Pohon Tanjung dan Tabebuya Segera Ditanam

enanaman perdana dilakukan Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra, Selasa (18/8/2026).

JAMBI,CERITAJAMBI.COM — Pemerintah Kota Jambi mulai menata kawasan kolam retensi agar tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga menjadi ruang terbuka hijau dan ruang publik bagi masyarakat.
Sebanyak 500 pohon jenis tanjung dan tabebuya disiapkan untuk menghijaukan kawasan tersebut. Penanaman perdana dilakukan Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra, Selasa (18/8/2026).

Maulana mengatakan, pohon-pohon tersebut akan ditanam di sejumlah titik, terutama di sepanjang kawasan jogging track. Penanaman dilakukan dengan jarak sekitar lima meter agar nantinya pohon dapat tumbuh menjadi peneduh bagi masyarakat.

“Dua jenis pohon yang kita tanam, yakni tabebuya dan tanjung, dengan jarak sekitar lima meter. Harapannya nanti pohon-pohon ini tumbuh dan menjadi peneduh bagi masyarakat yang menggunakan jogging track,” ujar Maulana.

Kawasan kolam retensi nantinya dilengkapi jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer. Jalur tersebut akan dilengkapi pepohonan dan lampu penerangan sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dari pagi hingga malam.

BACA JUGA :  Sambut Arahan Presiden, Wako Maulana Dukung Program Gentengisasi Nasional

Sebagian jalur sudah mulai dicor dan pembangunannya akan dilanjutkan secara bertahap. Pemkot juga menyiapkan penerangan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Maulana menegaskan, jogging track tersebut nantinya harus digunakan sesuai peruntukannya dan tidak boleh dijadikan jalur kendaraan.

Meski dikembangkan menjadi ruang publik, fungsi utama kolam retensi tetap sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir Kota Jambi.

Menurut Maulana, pembangunan kawasan tersebut dilakukan berdasarkan kajian dan pemantauan kondisi banjir, termasuk menggunakan drone untuk melihat pola aliran air saat terjadi banjir.

Kolam retensi dirancang untuk menampung sekaligus mengatur aliran air dari kawasan yang lebih tinggi sehingga tekanan air dapat dikendalikan.

“Bagaimana penanggulangan banjir ini sudah mulai bisa kita kendalikan. Salah satu solusinya berdasarkan kajian dan pemantauan melalui drone ketika terjadi banjir besar, maka kita bangun kawasan ini sebagai tempat penampungan dan pengendalian air,” jelasnya.

BACA JUGA :  Perayaan Cap Go Meh, Pj Wali Kota: Kota Jambi yang Multikultural Modal Utama Pembangunan

Pemkot Jambi juga menyiapkan konsep kawasan kolam retensi sebagai bagian dari ruang publik yang terintegrasi dengan sejumlah fasilitas dan ikon kota.

Kawasan tersebut direncanakan terhubung dengan kompleks perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako.

Sejumlah fasilitas olahraga juga disiapkan, seperti mini soccer dan arena sepatu roda di sekitar kawasan perkantoran.

Sementara aktivitas UMKM nantinya diarahkan ke lokasi khusus agar kegiatan ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi jogging track.

Jika sistem pengendalian banjir berjalan optimal, Pemkot Jambi membuka peluang mengembangkan kolam retensi menjadi destinasi wisata baru.

Konsep yang dipertimbangkan mencakup wisata air, air mancur dengan permainan lampu hingga fasilitas publik yang dapat dinikmati masyarakat pada malam hari.

BACA JUGA :  Wakil Wali Kota Diza Buka Pelatihan ASN: “Bangun Birokrasi yang Empatik dan Adaptif”

“Kalau nanti danaunya sudah jadi, fungsi pengendalian banjir berjalan dengan baik, kita bisa kembangkan jadi kawasan wisata,” kata Maulana.

Dengan penanaman 500 pohon, pembangunan jogging track, penerangan serta penyediaan fasilitas olahraga dan area UMKM, kawasan kolam retensi diarahkan menjadi ruang yang memadukan fungsi pengendalian banjir, penghijauan, olahraga, rekreasi dan aktivitas ekonomi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *