JAMBI, CERITAJAMBI.COM – Di tengah mencuatnya isu dugaan “Genk P dan Genk A” yang disebut-sebut bergerilya dalam proses seleksi kepala sekolah (kepsek) di Kota Jambi, Komisi IV DPRD Kota Jambi meminta semua pihak tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Martua Muda Siregar, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan seleksi kepsek yang saat ini prosesnya masih berlangsung. Ia memastikan bahwa keterlambatan pengumuman hasil seleksi bukan karena intervensi pihak tertentu, melainkan kendala teknis pada sistem Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Kita berharap semua pihak bersabar dengan hasil pengumumannya. Memang ada kendala dalam sistem di BKN. Namun kita tetap melakukan pengawasan terhadap seluruh rangkaian seleksi,” ujarnya.
Martua juga menegaskan bahwa DPRD akan bersikap jika ditemukan praktik tidak benar, namun ia mengimbau agar calon kepala sekolah dan masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu maupun janji-janji terkait jabatan.
“Jika ada oknum yang bermain pungli atau sudah ada yang menjanjikan jabatan, jangan langsung dipercaya. Silakan laporkan jika merasa dirugikan. Kami siap menindaklanjuti,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jambi saat ini fokus menciptakan kepala sekolah yang kredibel, kompeten, dan mumpuni untuk kemajuan pendidikan di Kota Jambi. Karena itu, ia meminta publik memberikan ruang agar proses berjalan sesuai mekanisme.
“Seleksi ini untuk mencari kepsek terbaik. Mari kita jaga kondusivitas. Komisi IV tetap mengawasi agar hasil akhirnya objektif dan transparan,” tambah Martua.
Sebelumnya, isu terkait adanya kelompok tertentu yang diduga memengaruhi hasil seleksi kepsek ramai diperbincangkan publik. Sementara itu, beberapa nama calon kepsek juga tertolak sistem sehingga pelantikan terpaksa molor dari jadwal semula.
Komisi IV memastikan akan terus mengawal proses ini hingga tuntas, demi menjaga profesionalitas dan integritas dunia pendidikan di Kota Jambi.






