JAMBI, CERITAJAMBI.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi pada Jumat (4/10) dinihari, menyebabkan tanah di sekitaran Intake Aurduri mengalami longsor.
Intake yang berada di tepi Sungai Batanghari, Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi ini bahakan kondisinya terancam ambruk akjbat longsor.
Direktur utama Tirta Mayang Dwike Riantara yang turun kelokasi pada jumat pagi mengaku khawatir, longsor yang tepat berada dekat dengan intake ini dapat menggangu operasi penyadapan air baku dari intake tersebut.
“Jika operasi intake ini terganggu, maka produksi instalasi pengolahan air Tirta Mayang akan terhenti,” ujarnya.
Selain itu, kondisi ini juga mengancam ketersediaan air untuk 23 ribu warga Kota Jambi di tiga kecamatan.
” Ini akan berdampak pada terhentinya suplai untuk 23 ribu lebih pelanggan di Kecamatan Telanaipura, Alam Barajo dan sebagian Kota Baru,” tutur Dwike Riantara.
“Untuk saat ini, operasional intake dan instalasi pengolahan air tidak terdampak oleh kejadian longsor tersebut. Namun, kami sangat khawatir jika longsor berlanjut sampai menggerus lebih jauh ke konstruksi dermaga dan rumah panel pompa,” katanya.
Sementara itu Direktur Teknik Mustazal Khomidi yang turut meninjau lokasi, Tirta Mayang secepatnya akan berupaya mencegah longsor tidak berlanjut ke konstruksi intake dengan memasang tiang pancang, bar screen dan bronjong yang berfungsi sebagai turap.
“Kondisi saat ini dengan curah hujan yang meningkat, kecepatan arus dan volume air Sungai Batanghari juga meningkat sehingga tanah intake ini terancam longsor dan erosi,” Mustazal menjelaskan.
Ia menambahkan, longsor sudah terjadi sejak tahun lalu, namun belum sampai meruntuhkan bangunan pagar seperti saat ini. Tirta Mayang sebelumnya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) VI Jambi untuk secepatnya mengantisipasi longsor dan erosi di lokasi intake namun belum terealiasi.






