DAERAH  

Maulana Buka Peluang Investasi dan Wisata China Lewat Forum Indonesia-Tiongkok

Maulana Sebut 34 Persen Wisatawan Kota Jambi Berasal dari China.

JAMBI,CERITAJAMBI.COM – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengungkapkan wisatawan asal China menjadi salah satu penyumbang terbesar kunjungan wisatawan ke Kota Jambi.
Hal itu disampaikan Maulana saat menjadi salah satu pembicara dalam Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026 yang berlangsung di Bima Room, Yogyakarta City Hall, Selasa (11/8/2026).

Dalam forum tersebut, Maulana menyebut sekitar 34 persen wisatawan yang datang ke Kota Jambi berasal dari China. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya hubungan antarmasyarakat atau people to people yang telah terjalin sejak lama antara Indonesia dan Tiongkok.

“Faktanya turis terbanyak datang ke Kota Jambi 34 persen dari China, ini wujud dari eratnya hubungan kita sejak masa lalu (people to people),” ujar Maulana.

Ia menilai hubungan historis Indonesia dan Tiongkok menjadi modal penting untuk mengembangkan kerja sama baru, khususnya di sektor pariwisata, kebudayaan, pendidikan, ekonomi kreatif hingga perdagangan.

BACA JUGA :  Pemkot Jambi Salurkan Bantuan Peralatan dan Sertifikat Halal

Salah satu potensi yang ditawarkan Kota Jambi adalah kawasan sejarah dan budaya, termasuk Kota Seberang serta Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi.

Maulana mengatakan, Muaro Jambi memiliki sejarah panjang sebagai kawasan yang berkembang sebagai pusat pendidikan dan keagamaan Buddha pada masa lalu. Jejak sejarah tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan perjalanan hubungan peradaban di kawasan Asia.

“Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah yang panjang. Muaro Jambi menjadi salah satu bukti bahwa sejak masa lampau telah terjalin hubungan peradaban, pendidikan, budaya dan perdagangan yang melintasi batas wilayah,” katanya.

Menurut Maulana, potensi sejarah tersebut tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus pintu masuk kerja sama internasional.

Karena itu, Pemerintah Kota Jambi membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dari Tiongkok untuk mengembangkan wisata sejarah dan budaya, pertukaran budaya dan pendidikan, ekonomi kreatif, perdagangan hingga investasi.

BACA JUGA :  Gemilang! Kota Jambi Raih Peringkat 2 Nasional I-SIM Award 2025

Dalam forum yang mempertemukan pemerintah daerah Indonesia dan Tiongkok tersebut, Maulana juga memperkenalkan Kota Jambi sebagai kota yang tumbuh dari keberagaman dengan kekuatan pada sektor perdagangan dan jasa, pendidikan, pariwisata serta kekayaan budaya.

Paparan Maulana mengangkat tema “Jambi City: A Global Gateway for Cultural Harmony” atau Kota Jambi: Gerbang Global bagi Harmoni Budaya.

Forum Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) dan Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC), dengan Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah.

Maulana berharap hubungan antarkota Indonesia dan Tiongkok tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Walikota Jambi Maulana Gerak Cepat Bantu Bedah Rumah Nenek Rusmaini yang Hidup di Rumah Reyot

“Melalui kerja sama antarkota, kita ingin membangun hubungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan kolaborasi konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Menurutnya, semakin luasnya jejaring internasional dapat membuka peluang bagi Kota Jambi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, investasi, perdagangan, pertukaran pengetahuan dan inovasi.

Pada akhirnya, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan Indonesia-Tiongkok, tetapi juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat Kota Jambi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *