TikTok Diblokir di Amerika, Hilang dari Apple dan Google Store, Ini Alasannya

TikTok diblokir di Amerika

JAKARTA, CERITAJAMBI.COM – Aplikasi TikTok resmi diblokir di Amerika Serikat pada Sabtu, 18 Januari 2025, malam waktu setempat. Pemberlakuan undang-undang yang melarang aplikasi asal China ini menyebabkan TikTok hilang dari Apple dan Google Store menjelang pemberlakuan aturan resmi pada Minggu, 19 Januari 2025.

TikTok, yang telah digunakan oleh 170 juta warga Amerika, dikabarkn menghilang dari platform unduhan digital tersebut beberapa jam sebelum undang-undang keamanan nasional yang baru mulai diterapkan.
Undang-undang tersebut mewajibkan TikTok untuk memutuskan hubungan dengan perusahaan induknya, ByteDance, atau menghentikan operasinya di AS.

Donald Trump, mantan Presiden AS, sempat menyarankan agar TikTok diberikan waktu selama 90 hari untuk mematuhi peraturan baru ini. Namun, meski ada opsi tersebut, TikTok dan aplikasi lain milik ByteDance seperti CapCut dan Lemon8 sudah tidak dapat diakses di Amerika Serikat pada Sabtu malam.

BACA JUGA :  Jadi yang Terparah Dalam 1 Abad, Badai Milton Hantam Florida, Ratusan Rumah Rusak

Keberadaan TikTok di AS telah memengaruhi hampir setengah dari populasi warga Amerika, dan aplikasi ini juga menjadi tulang punggung bagi banyak bisnis kecil dan bagian penting dari budaya online.

Tak lama setelah pemblokiran, banyak pengguna media sosial X (dulu dikenal sebagai Twitter) menyayangkan keputusan ini. Beberapa dari mereka mengungkapkan rasa sedih karena kehilangan platform yang selama ini membantu mereka terhubung dengan komunitas global.

“Saya tidak menyangka mereka akan menutup TikTok. Sekarang saya sedih dan merindukan teman-teman yang saya dapatkan di sana. Berharap semuanya kembali normal dalam beberapa hari,” tulis akun @RavenclawJedi.
Sementara itu, perusahaan pemasaran yang selama ini sangat bergantung pada TikTok untuk promosi produk mulai bersiap menghadapi dampak dari keputusan ini dengan menyusun rencana darurat.

BACA JUGA :  Kedubes AS Buka Loker untuk Tamatan SMA,Gaji hingga Puluhan Juta, Ini Syaratnya

TikTok belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Gedung Putih. Di sisi lain, Kedutaan Besar China di Washington menuduh AS menggunakan kekuasaan negara secara tidak adil untuk menekan TikTok. Mereka juga menyatakan bahwa China akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan negaranya.

Juru bicara Kedutaan Besar China menambahkan, “Tiongkok akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk dengan tegas melindungi hak dan kepentingannya yang sah.”

Di tengah berbagai spekulasi, CEO TikTok Shou Zi Chew dikabarkan akan menghadiri pelantikan presiden AS yang baru, yang dijadwalkan pada Minggu, 19 Januari 2025. Beberapa pengamat melihat adanya kemungkinan TikTok bisa kembali beroperasi di bawah kebijakan Trump yang baru, meskipun rincian lebih lanjut belum tersedia.

BACA JUGA :  Apple Hentikan Penjualan iPhone SE 3 dan iPhone 14, Ini Alasannya

Sementara masa depan TikTok di AS masih belum jelas, pengguna aplikasi dan para pengusaha yang mengandalkannya masih berharap akan adanya solusi yang memungkinkan TikTok untuk tetap hadir dan menjadi bagian dari ekosistem digital di Amerika Serikat.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *