KOTAJAMBI, CERITAJAMBI.COM – Persoalan sampah di Kota Jambi kembali menuai sorotan keras. Anggota DPRD Kota Jambi dari Fraksi PDI Perjuangan, Maria Magdalena, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi yang dinilai gagal menangani tumpukan sampah, khususnya di Kecamatan Alam Barajo.
Maria menyebut, dalam dua hingga tiga bulan terakhir, kondisi sampah di sejumlah titik justru semakin parah tanpa penanganan yang jelas. Tumpukan sampah tak hanya merusak pemandangan kota, tetapi juga memicu bau busuk dan mengancam kesehatan warga.
“Dalam 2–3 bulan ini sampah di Kota Jambi semerawut. Kami heran, ada apa dengan petugas DLH. Pengangkutan tidak maksimal, sampah tidak terakomodir,” tegas Maria saat dikonfirmasi, Senin (29/12/2025).
Ia menilai, bila terdapat kendala teknis maupun nonteknis, seharusnya DLH bersikap terbuka dan segera berkoordinasi dengan DPRD, bukan membiarkan persoalan berlarut hingga masyarakat menjadi korban.
“Kalau ada masalah, mestinya dibicarakan bersama dewan. Jangan masyarakat yang terus menanggung dampaknya,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Alam Barajo, Maria mengaku menerima banyak keluhan warga. Dua titik yang paling disorot berada di belakang Terminal Alam Barajo dan kawasan Jalan Kebun Daging.
Di Jalan Kebun Daging, kondisi TPS bahkan disebut telah menutup akses jalan permukiman. Warga yang kesal akhirnya memilih menutup TPS tersebut karena sampah sudah tidak terkendali.
“TPS di Kebun Daging sampai menutup jalan warga. Sampah menumpuk, tidak diangkut, akhirnya warga menutup TPS karena sudah keterlaluan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Maria juga mengaku menerima laporan dari delapan RT terkait rencana pemindahan TPS yang hingga kini tak kunjung jelas realisasinya. Hal ini dinilainya mencerminkan buruknya koordinasi antara lurah, camat, hingga OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.
“Katanya mau dipindahkan, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Ini harus ditindaklanjuti serius, jangan dibiarkan,” katanya.
Maria menegaskan, saat turun langsung ke lapangan, ia mendapati kondisi lingkungan yang memprihatinkan. Tumpukan sampah bercampur hujan menimbulkan bau menyengat dan udara tidak sehat bagi warga sekitar.
“Sampah menumpuk, hujan, baunya menyengat. Lingkungan jadi tidak sehat. Saya bingung, ini pembiaran atau karena Kadis LH masih baru sehingga belum mampu mengendalikan situasi,” kritiknya.
Ia menegaskan persoalan sampah bukan sekadar soal estetika kota, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat. Karena itu, Maria mendesak Pemerintah Kota Jambi segera mengambil langkah konkret dan tegas.
“Kami dari DPRD, khususnya Fraksi PDI Perjuangan Dapil Alam Barajo, meminta persoalan ini segera diselesaikan. Jangan biarkan keluhan masyarakat terus diabaikan,” pungkasnya.






