SUNGAI PENUH,CERITAJAMBI.COM — Akses jalan di jalur Sungai Penuh menuju Tapan tepatnya di KM 35 kawasan Puncak, masih belum pulih sepenuhnya setelah diterjang longsor dan pohon tumbang pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Peristiwa tersebut menyebabkan material tanah dan batang pohon menutup badan jalan, sehingga menghambat arus lalu lintas. Berdasarkan hasil pengecekan pihak kepolisian dari wilayah Kerinci, ditemukan empat titik longsor di sepanjang jalur tersebut. Dua titik masih memungkinkan kendaraan melintas secara terbatas, sementara dua titik lainnya tertutup total akibat longsor yang disertai pohon tumbang.
Penanganan langsung dilakukan oleh personel gabungan yang dipimpin Kapolsek Sungai Penuh. Proses pembersihan mulai dilakukan pada malam hari dengan bantuan alat berat dari Balai Jalan PUPR Provinsi Jambi. Namun, upaya tersebut sempat terkendala akibat kerusakan alat berat, sehingga pembersihan belum maksimal dan akses jalan belum sepenuhnya terbuka.
Saat ini, kendaraan roda dua dan minibus masih dapat melintas secara terbatas dengan pengawasan petugas. Sementara itu, kendaraan besar seperti truk belum diizinkan melintas. Akibatnya, sedikitnya tujuh unit truk dilaporkan masih tertahan di sekitar lokasi menunggu jalur kembali normal.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari jalur tersebut jika tidak dalam kondisi mendesak. Potensi longsor susulan masih dapat terjadi mengingat kondisi tanah yang labil dan curah hujan yang masih tinggi.
Pemerintah bersama instansi terkait terus berupaya mempercepat penanganan dengan mendatangkan alat berat tambahan. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu memantau informasi terkini sebelum bepergian, terutama saat melintasi jalur rawan longsor di wilayah pegunungan. (*)
Longsor Tutup Jalur Sungai Penuh–Tapan, Akses Belum Pulih Sepenuhnya






