JAMBI,CERITAJAMBI.COM – Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah pada Rabu, 15 April 2026 , saat Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, sudah tampak bersiap di lobi Swiss-Belhotel Jambi.
Dengan mengenakan perlengkapan lari lengkap, mantan Wali Kota Bogor yang kini menjabat sebagai orang nomor dua di Kemendagri ini memulai agenda kunjungan kerjanya dengan cara yang energik: maraton pagi menyusuri jalanan protokol Kota Jambi.
Tak sendirian, Bima Arya tampak berlari berdampingan dengan Wali Kota Jambi. Di belakang mereka, puluhan pelari dari berbagai komunitas olahraga lari lokal turut memeriahkan suasana. Rute maraton pagi ini mengambil garis start di Swiss-Belhotel dan menempuh jarak beberapa kilometer hingga menyentuh garis finish di Hello Sapa, sebuah kawasan populer di tepi danau yang kini menjadi ikon baru tempat berkumpulnya warga untuk berolahraga dan bersosialisasi.
Kegiatan lari pagi ini bukan sekadar urusan kebugaran fisik. Di sepanjang rute, hingga tiba saat sarapan bersama di Hello Sapa, percakapan mengalir deras mengenai masa depan pembangunan Jambi. Wali Kota Jambi memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan komitmen daerah dalam mendukung program-program strategis nasional yang diturunkan ke daerah.
Wali Kota Jambi menegaskan bahwa pemerintah kota sangat serius dalam membenahi infrastruktur dan layanan publik, terutama yang berkaitan langsung dengan kenyamanan warga. Kehadiran Wamendagri di lintasan lari pagi ini ia maknai sebagai dukungan moral yang besar bagi percepatan pembangunan di Kota Jambi.
Isu yang paling menyedot perhatian dalam sesi wawancara usai maraton adalah mengenai percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Talang Gulo. Proyek ini menjadi krusial mengingat kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke lokasi tersebut sebelumnya. Muncul kekhawatiran besar di tengah masyarakat dan pengamat kebijakan mengenai potensi beban biaya tipping fee yang tinggi yang dapat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Jambi di masa depan.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Wamendagri Bima Arya memberikan penjelasan yang sangat taktis dan solutif. Beliau menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak akan membiarkan daerah berjuang sendirian dengan beban fiskal yang berat.
“Tentu hal ini sangat kita dukung dan prospeknya sangat bagus. Wali Kota Jambi juga sudah menceritakan perencanaannya secara mendetail kepada saya. Nanti Kota Jambi akan bergabung dengan daerah-daerah sekitar (skema regional) untuk memenuhi syarat agar bisa masuk ke dalam program pusat melalui proyek PSEL ini,” ujar Bima Arya dengan tegas.
Bima Arya menambahkan bahwa target penyelesaian masalah ini sudah masuk dalam radar prioritas. “Kami mendorong program pusat melalui PSEL ini agar dalam waktu 2 sampai 3 tahun ke depan, permasalahan sampah secara menyeluruh di Kota Jambi dapat terselesaikan dengan tuntas,” tambahnya.
Terkait kekhawatiran akan beban APBD, Bima Arya mengungkapkan skema pembiayaan baru yang sedang digodok pemerintah pusat. Menurutnya, pembiayaan tidak harus selalu bergantung pada anggaran konvensional, melainkan bisa melalui jalur investasi yang lebih modern.
“Untuk dukungannya sendiri terkait anggaran agar tidak membebani APBD Kota Jambi, tentu sama seperti program strategis lainnya. Ke depan, kita akan kelola melalui mekanisme investasi. Salah satu opsinya adalah melalui dukungan investasi dari Danantara. Catatannya, lahan harus siap dan suplai sampahnya minimal 1.000 ton per hari. Jika investasi dari Danantara ini masuk, maka teknologi pengolahan sampah ini bisa berjalan tanpa menguras fiskal daerah,” jelas Bima Arya secara rinci.
Meskipun pagi itu Bima Arya menghabiskan waktu dengan maraton bersama Wali Kota, agenda formal di tingkat provinsi tetap menjadi prioritas utama. Gubernur Jambi turut hadir dalam rangkaian koordinasi kunjungan kerja ini. Kehadiran Gubernur mempertegas sinergi antara tingkat kota, provinsi, dan pusat, terutama dalam menyambut agenda Musrenbang RKPD Provinsi Jambi Tahun 2027.
Sinergi tiga level pemerintahan ini dianggap sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan pusat seperti investasi sampah melalui Danantara dapat terimplementasi dengan lancar di tingkat tapak. Selain itu, Wamendagri juga dijadwalkan hadir di Universitas Jambi (UNJA) Mendalo untuk agenda Bedah Buku Bersama Wamendagri, yang akan melibatkan mahasiswa dan akademisi dalam diskusi mengenai kepemimpinan dan tata kelola daerah.
Menutup rangkaian pagi yang produktif tersebut, Bima Arya kembali menunjukkan kesederhanaannya. Usai sarapan dan berdiskusi di Hello Sapa, beliau bersama rombongan memilih untuk pulang menggunakan bus Trans Bahagia. Keputusan ini merupakan bentuk apresiasi langsung terhadap upaya Wali Kota Jambi dalam menyediakan transportasi massal bagi warga.
Selama perjalanan di dalam bus, Bima Arya terlihat santai mengamati suasana kota. Baginya, melihat Jambi dari jendela transportasi publik memberikan perspektif yang berbeda tentang keberhasilan pembangunan daerah. Maraton pagi, diskusi investasi sampah, hingga naik bus kota menjadi rangkaian pesan kuat bahwa pembangunan Jambi harus dilakukan dengan energi besar, pembiayaan cerdas, dan tetap menyentuh langsung fasilitas yang digunakan masyarakat setiap hari. (Red)






