DAERAH  

Kemas Faried Soroti Kinerja DLH, Minta Jangan Bebani Wali Kota Sendirian Tangani Sampah

Ketua DPRD Kota Jambi soroti tajam kinerja DLH

JAMBI,CERITAJAMBI.COM – Transformasi tata kelola persampahan di Kota Jambi kini menjadi perhatian khusus bagi berbagai elemen masyarakat. Dari masyarakat biasa, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, pakar lingkungan, hingga akademisi.

Sorotan khusus juga dilayangkan langsung oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly yang dalam hal ini menyuarakan aspirasi masyarakat Kota Jambi, terkait kebijakan pelaksanaan Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) dan penutupan atau pembongkaran Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah.

Hal itu tampak saat dirinya mengikuti Dialog Publik tentang pengelolaan persampahan di Kota Jambi, pada Sabtu (13/06/2026), di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Dikesempatan itu, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried menyoroti tajam kinerja Dinas Lingkungan Hidup yang merupakan leading sektor dan penanggung jawab persampahan di Kota Jambi.

BACA JUGA :  Pjs Gubernur Sudirman Apresiasi Kesiapan Pemkab Tebo Jelang Pilkada Serentak 2024

Ia menekankan, agar Dinas Lingkungan Hidup yang dipimpin oleh Mahruzar tersebut dapat lebih proaktif melakukan sosialisasi kebijakan baru Pemkot Jambi ini.

“Ini adalah program baik dan baru, dibutuhkan kerja sama yang solid,” tekannya.

Ia berharap, Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi harus lebih aktif dalam mendukung program Wali Kota Jambi tersebut.

“Saya apresiasi Bapak Wali Kota, kasian Pak Wali tidak bisa bekerja sendiri harus ditopang dengan berbagai unsur masyarakat, sehingga penuntasan masalah sampah di Kota Jambi ini bisa menjadi barometer,” harapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti terkait pengadaan bentor dan transfer depo sampah, sebagai bagian dari sistem pendukung tranformasi tata kelola persampahan di Kota Jambi.

BACA JUGA :  Reses Tahap I, H. Muslim Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Meski demikian, Kemas Faried mengakui setiap program baru pasti memiliki kekurangan dalam pelaksanaannya.

Karena itu, berbagai kritik dan masukan yang muncul dalam dialog publik harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk penyempurnaan kebijakan ke depan.

“Namanya program baru tentu masih banyak kekurangan. Pelan-pelan kita perbaiki. Tadi kita juga mendengar berbagai masukan yang sangat konstruktif dari peserta dialog,” ujarnya.

Salah satu catatan penting yang menjadi perhatian DPRD Kota Jambi, lanjut Kemas Faried, adalah terkait dengan pemberlakuan iuran kepada masyarakat. Hal ini aspirasi yang banyak diterima, seiring berjalannya OPBM.

“Kami mintak kedepan ada formulasi, karena hal ini juga berpotensi terhadap adanya pungli atau pungutan liar, serta tidak dilakukan pungutan terhadap masyarakat tidak mampu,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Mahasiswa Bungo Tuntut Evaluasi Program Zero PETI, Korlap Baru Ditunjuk

Ia juga mengapresiasi diskusi terbuka yang diselenggarakan Pemkot Jambi. Sehingga informasi yang simpang siur ditengah masyarakat dapat turut diluruskan.

“Pada intinya kami terbuka terhadap kritik dan menerima setiap aspirasi masyarakat dan akan kami sampaikan ke pihak-pihak terkait, salah satunya ke Pemerintah Kota Jambi,” pungkas Kemas Faried.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *