BPS Catat Inflasi Jambi 3,60 Persen, Perawatan Pribadi Naik 7,07 Persen

CERITAJAMBI.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat sejumlah perkembangan ekonomi daerah sepanjang Agustus 2026. Mulai dari inflasi, nilai tukar petani, perdagangan ekspor-impor, hingga tingkat hunian hotel.

Pada Agustus 2026, Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 3,60 persen secara tahunan atau year on year (y-on-y), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,84.

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Muara Bungo yang mencapai 4,10 persen dengan IHK 114,33. Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Jambi sebesar 3,53 persen dengan IHK 111,61.

BPS mencatat, inflasi tahunan Jambi dipengaruhi kenaikan harga pada sepuluh kelompok pengeluaran.

Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 7,07 persen.

Disusul kelompok transportasi sebesar 5,05 persen, makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,91 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 4,42 persen, serta kesehatan sebesar 4,02 persen.

Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki justru mengalami penurunan indeks sebesar 4,25 persen.

Secara bulanan, pada Agustus 2026 Jambi mengalami inflasi sebesar 0,38 persen. Sedangkan inflasi sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) mencapai 2,12 persen.

BACA JUGA :  Kia Perkenalkan Mobil Listrik Terbaru EV3 di GJAW 2024

Di sisi lain, kondisi petani menunjukkan perkembangan positif.

BPS mencatat Nilai Tukar Petani atau NTP Provinsi Jambi pada Agustus 2026 mencapai 193,63 atau meningkat 1,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 1,90 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya meningkat 0,13 persen.

Bahkan jika dibandingkan dengan Agustus 2025, NTP Jambi mengalami peningkatan sebesar 13,27 persen.

Nilai Tukar Usaha Pertanian atau NTUP juga meningkat. Pada Agustus 2026, NTUP Jambi mencapai 197,20 atau naik 1,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, pada sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor asal Provinsi Jambi justru mengalami penurunan.

Nilai ekspor Jambi pada Juli 2026 tercatat sebesar 181,87 juta dolar AS, turun 4,67 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 190,78 juta dolar AS.

Lima negara tujuan ekspor terbesar Jambi pada Juli 2026 yakni Singapura, Malaysia, Jepang, India, dan Amerika Serikat.

BACA JUGA :  XL Axiata Antisipasi Lonjakan Trafik Saat Perayaan Cap Go Meh, Diprediksi Naik Lebih dari 40 Persen

Hingga Juli 2026, kelompok industri menjadi penyumbang terbesar ekspor Jambi dengan kontribusi 50,74 persen. Kemudian pertambangan 44,90 persen dan pertanian 4,36 persen.

Penurunan lebih tajam terjadi pada sektor impor.

Nilai impor Jambi pada Juli 2026 hanya mencapai 4,65 juta dolar AS, turun 48,45 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 9,02 juta dolar AS.

Negara dengan transaksi impor terbesar berasal dari Tiongkok, Malaysia, Kanada, Singapura, dan Perancis.

Sementara berdasarkan kelompok komoditas, mesin dan alat angkutan menjadi penyumbang terbesar impor Jambi dengan kontribusi 66,87 persen.

Kemudian hasil industri dan lainnya sebesar 26 persen serta bahan kimia dan sejenisnya sebesar 6,58 persen.

Sektor pariwisata Jambi juga mencatat penurunan tingkat hunian hotel.

Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel bintang pada Juli 2026 berada di angka 52,59 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 57,37 persen.

Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Juli 2026 sebanyak 58.932 orang. Angka tersebut turun 3,81 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 61.269 orang.

BACA JUGA :  Penuhi Komoditi Penyumbang Inflasi, Pemkot Jambi Teken Kerja Sama Dengan Pemkab Magelang

Dari jumlah tersebut, rasio tamu mancanegara terhadap tamu nusantara hanya 0,005. Artinya, dari setiap 1.000 tamu hotel, hanya sekitar lima orang yang berasal dari mancanegara.

Sementara rata-rata lama menginap tamu mancanegara dan nusantara di hotel bintang pada Juli 2026 tercatat 1,58 hari.

Data tersebut dirilis BPS Provinsi Jambi pada Selasa, 1 September 2026, sebagai gambaran terbaru mengenai perkembangan harga, kesejahteraan petani, perdagangan luar negeri, dan aktivitas pariwisata di Provinsi Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *