CERITAJAMBI.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi merilis sejumlah indikator ekonomi terbaru yang menunjukkan perkembangan inflasi, kesejahteraan petani, perdagangan luar negeri, hingga sektor pariwisata di Provinsi Jambi.
Pada Juni 2026, Provinsi Jambi mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,48. Inflasi tertinggi terjadi di Muara Bungo sebesar 4,72 persen, sedangkan Kota Jambi mencatat inflasi terendah sebesar 3,60 persen.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan Kenaikan inflasi terutama dipicu oleh meningkatnya harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,65 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,60 persen, transportasi 3,93 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,33 persen, serta sejumlah kelompok pengeluaran lainnya. Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki justru mengalami penurunan sebesar 4,06 persen.
” Secara bulanan Jambi mencatat inflasi sebesar 0,52 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 1,79 persen.” Jelasnya.
Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada Juni 2026 tercatat 188,77, meningkat 1,10 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan daya beli petani membaik karena kenaikan harga hasil pertanian lebih besar dibanding kenaikan biaya yang harus dikeluarkan petani.
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga naik 0,36 persen menjadi 192,68. Dibandingkan Juni tahun lalu, NTP Jambi meningkat 13,08 persen.
Pada sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada Mei 2026 mencapai US$194,72 juta, turun 5,27 persen dibanding April 2026 yang sebesar US$205,55 juta. Lima negara tujuan ekspor terbesar adalah Singapura, Malaysia, Jepang, India, dan Amerika Serikat.
Aidil juga mengatakan penurunan nilai ekspor secara bulanan merupakan bagian dari dinamika perdagangan internasional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari permintaan pasar global, harga komoditas, hingga volume pengiriman.
“Pada Mei 2026 nilai ekspor asal Provinsi Jambi tercatat sebesar US$194,72 juta. Angka ini turun 5,27 persen dibandingkan April 2026. Meski mengalami penurunan secara bulanan, aktivitas ekspor Jambi masih menunjukkan peran penting sebagai penggerak perekonomian daerah,” ujar Aidil Adha.
Kelompok industri masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Jambi dengan kontribusi 50,12 persen, disusul sektor pertambangan 45,13 persen, dan pertanian 4,76 persen.
Di sisi impor, nilai impor Jambi pada Mei 2026 turun cukup tajam sebesar 35,84 persen, dari US$17,29 juta pada April menjadi US$11,09 juta pada Mei 2026. Impor terbesar berasal dari Malaysia, Finlandia, Tiongkok, Kanada, dan Australia, dengan komoditas mesin dan alat angkutan masih mendominasi.
“Impor barang modal seperti mesin dan alat angkutan umumnya berkaitan dengan investasi dan peningkatan kapasitas produksi. Hal ini menjadi salah satu indikator aktivitas ekonomi yang terus berjalan,” jelasnya.
Sementara itu, sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jambi pada Mei 2026 mencapai 53,04 persen, naik dibanding April yang sebesar 52,66 persen.
Jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang juga meningkat menjadi 57.825 orang, atau naik 6,91 persen dibanding bulan sebelumnya yang sebanyak 54.088 orang.
Rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang tercatat 1,71 hari, sedangkan rasio wisatawan mancanegara terhadap wisatawan nusantara sebesar 0,007, yang berarti terdapat sekitar 7 wisatawan mancanegara di setiap 1.000 tamu hotel.
Secara umum, data BPS menunjukkan ekonomi Provinsi Jambi masih bergerak positif, ditandai dengan membaiknya daya beli petani dan meningkatnya aktivitas sektor pariwisata, meski kinerja ekspor dan impor mengalami perlambatan selama Mei 2026.
“Dengan data yang akurat dan berkelanjutan, pemerintah maupun pelaku usaha dapat mengambil langkah yang tepat dalam memperkuat struktur ekonomi daerah, memperluas pasar ekspor, serta meningkatkan nilai tambah produk-produk unggulan Provinsi Jambi,” tutup Aidil Adha.






