Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi senantiasa berkomitmen mendukung setiap upaya penguatan pembinaan umat, termasuk pembinaan mualaf.
“Harapan kita, mualaf di Kota Jambi tidak hanya kuat dari sisi akidah dan ibadah, tetapi juga berdaya secara ekonomi sehingga mampu hidup mandiri dan bermartabat,” lanjutnya.
Pada kesempatan itu, Diza menyampaikan tiga pesan penting yang harus menjadi pegangan para mualaf. Pertama, perdalam akidah sebagai pondasi utama, karena tanpa akidah yang kokoh, ibadah dan amal saleh tidak akan tegak. Kedua, perkuat ibadah sebagai wujud nyata ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketiga, bangun kemandirian sosial ekonomi, sebab Islam tidak hanya mengajarkan ritual, tetapi juga menuntun umatnya untuk hidup sejahtera.
“Pemerintah Kota Jambi bersama lembaga keagamaan siap berkolaborasi dalam berbagai program, mulai dari pembinaan ekonomi umat, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan, agar para mualaf dapat hidup mandiri, sejahtera, serta memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Diza menegaskan bahwa pembinaan mualaf bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga keagamaan, melainkan kewajiban bersama sebagai sesama muslim.






