Tidak hanya sebagai investasi dunia dan akhirat, Maulana juga menegaskan bahwa anak adalah investasi masa depan, keberhasilan dan kesuksesannya dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 ditentukan dari saat ini yang akan meneruskan kepemimpinan bangsa dimasa datang.
“Oleh karena itu, kami sangat mendukung pendidikan wajib belajar 13 tahun dan itu menjadi prioritas, karena pendidikan PAUD adalah dasar pembentukan karakter anak-anak,” tegas Maulana.
Mendukung layanan PAUD berkualitas itu, Wali Kota Maulana juga menyebut Pemerintah Kota Jambi berkomitmen memastikan tenaga pendidik memiliki pengalaman dan pendidikan yang cukup.
“Kita ketahui banyak tenaga pendidik yang belum sarjana, maka dari itu kami akan dorong melalui program beasiswa atau apapun, agar mereka bisa sarjana dibidang pendidikan PAUD, karena itu sangat penting. Kalau guru-guru berkualitas insyaAllah anak-anak kita mendapatkan pendidikan berkualitas pula,” sebutnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga menjelaskan empat program prioritas dalam mendukung layanan PAUD. Pertama; Deteksi dini pertumbuhan anak dari lahir, Kedua; Parenting untuk memahami tugas dan peranan seorang ibu, Ketiga; Gizi seimbang dan kesehatan dasar menjadi prioritas, dan Keempat; Menyiapkan satuan pendidikan PAUD yang berkualitas dan holistik, dengan memberikan ruang seluas-luasnya secara inklusif.
“Dengan hal ini kami menargetkan dan telah meminta Kepala Dinas Pendidikan untuk bisa menyiapkan satu PAUD Negeri disetiap Kecamatan yang berkualitas, dengan tujuan agar anak-anak yang lahir dari keterbatasan ekonomi wajib mendapatkan pendidikan PAUD satu tahun secara gratis,” jelasnya.
“Selain itu, jika memungkinkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, kita akan menyiapkan pejabat-pejabat khusus yang menangani pendidikan anak usia dini, agar lebih fokus dan memiliki tanggung jawab yang jelas. Harapannya, program Kota Jambi Bahagia ke depan dapat berjalan lebih akseleratif dan tepat sasaran,” pungkas Wali Kota Jambi itu.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Jambi, dokter Nadiyah Maulana, menyampaikan bahwa Lomba Ecoprint bagi anak-anak PAUD ini merupakan ajang yang sangat positif untuk melatih keterampilan, keberanian, serta kreativitas anak sejak dini. Kegiatan ini juga memberikan dampak penting dalam menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dikembangkan dan diperluas, agar anak-anak PAUD semakin termotivasi, tumbuh dalam suasana kompetisi yang sehat, dan memiliki karakter yang kuat sejak usia dini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nadiyah menegaskan bahwa dalam mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun, Bunda PAUD Kota Jambi terus menggiatkan sosialisasi pentingnya pendidikan anak usia dini. Hal ini penting, karena pendidikan PAUD kini juga menjadi salah satu syarat bagi anak untuk melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).
“Pendidikan PAUD jangan lagi dianggap sekadar tempat bermain semata. PAUD adalah tahap awal yang sangat penting dalam membentuk pondasi karakter dan kemampuan anak. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan mereka,” tegasnya.
Ia juga menyambut baik rencana Pemerintah Kota Jambi untuk menghadirkan sekolah TK negeri di setiap kecamatan. Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan hadirnya negara dan pemerintah dalam memastikan layanan pendidikan yang lebih merata dan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
“Saya sebagai Bunda PAUD Kota Jambi akan terus berupaya sekuat tenaga untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas bagi anak-anak usia dini. Alhamdulillah, Bapak Wali Kota Jambi sangat mendukung penuh komitmen ini,” tutupnya.
Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kadis Pendidikan Kota Jambi Mulyadi menyampaikan, bahwa kegiatan lomba Ecoprint Anak Usia Dini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis karakter dan lingkungan yang relevan dengan dunia anak.
“Sebagai pelaksana kebijakan teknis di bidang pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini, Dinas Pendidikan Kota Jambi berkomitmen mendukung penuh arahan Bapak Wali Kota dalam memperluas akses layanan PAUD yang berkualitas dan merata. Kegiatan seperti lomba Ecoprint ini menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, sekaligus sarana menanamkan karakter cinta lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mulyadi menjelaskan, penegerian tiga sekolah taman kanak-kanak swasta menjadi TK Negeri Pembina merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat akses dan pemerataan pendidikan PAUD, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu.
“Dengan status negeri, masyarakat kini dapat mengakses layanan pendidikan anak usia dini secara gratis, tanpa mengurangi kualitas layanan. Ke depan, kami akan terus berupaya merealisasikan target satu TK Negeri Pembina di setiap kecamatan, sebagaimana arahan Bapak Wali Kota,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan dalam lomba Ecoprint ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan menarik dari anak-anak PAUD Kota Jambi. Mereka mempersembahkan gerakan dan tarian bertema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” serta kesenian kreatif lainnya yang memukau para hadirin.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan simbolis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak PAUD Kota Jambi sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjamin kesehatan anak, mencegah stunting, dan mendukung kualitas layanan pendidikan sejak usia dini.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Kota Jambi Maria Maghdalena, Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan beserta jajaran Pemkot, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, para Bunda PAUD Kecamatan, serta para kepala satuan pendidikan dan tenaga pendidik PAUD se-Kota Jambi.






