Stasiun Karet akan Ditutup, Layanan Penumpang Dialihkan ke BNI City

Stasiun Karet Akan Ditutup,

JAKARTA,CERITAJAMBI.COM – Pemerintah telah memutuskan untuk menutup Stasiun Karet sebagai stasiun KRL Commuterline dan mengintegrasikan operasionalnya dengan Stasiun BNI City.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi perjalanan kereta, khususnya Commuter Line Bandara (Basoetta), serta meminimalkan risiko keselamatan penumpang di Stasiun Karet.

Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, integrasi ini akan memangkas waktu tempuh perjalanan kereta dari Stasiun Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta, dari 56 menit menjadi hanya 40 menit.

“Dengan integrasi moda transportasi yang bermuara di Stasiun BNI City, penumpang diharapkan dapat menghemat waktu lebih banyak sehingga bisa sampai ke bandara tepat waktu,” jelas Joni, Sabtu 4 Januari 2024.

BACA JUGA :  Puncak Perayaan Cap Go Meh 2025 di Jambi Meriah, Simbol Harmoni dan Keberagaman

KAI Commuter juga berkomitmen untuk terus menambah fasilitas layanan di Stasiun BNI City secara bertahap guna mendukung operasional Commuter Line Basoetta, yang diharapkan dapat menjadi pilihan utama konektivitas antara pusat kota Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta.

Berdasarkan data yang dimiliki KAI Commuter, Bandara Soekarno-Hatta melayani sekitar 56 juta penumpang setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,5 juta orang menggunakan Commuter Line Basoetta.

Dengan peningkatan layanan melalui integrasi ini, KAI menargetkan jumlah penumpang yang menggunakan Commuter Line Bandara akan meningkat menjadi sekitar 10 juta orang atau 20 persen dari total pengguna pesawat di Bandara Soekarno-Hatta.
Selain untuk mempercepat waktu perjalanan kereta, Joni juga menambahkan bahwa keberadaan Stasiun Karet dinilai sudah tidak layak untuk melayani jumlah penumpang yang semakin meningkat.

BACA JUGA :  Waduh, iPhone 16 Dilarang Masuk ke Indonesia, Ternyata Ini Penyebabnya

Dalam satu jam, Stasiun Karet melayani hampir 2.000 penumpang, sementara ruang tunggu hanya mampu menampung sekitar 150 orang, jauh dari kapasitas ideal yang seharusnya mencapai 330 orang. Kondisi ini menimbulkan potensi risiko keselamatan bagi para pengguna KRL.

Selain itu, akses menuju pintu masuk Stasiun Karet juga dinilai rawan menimbulkan kemacetan karena lokasinya yang dekat dengan perlintasan sebidang.

Oleh karena itu, integrasi operasional dengan Stasiun BNI City diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini dan memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi para pengguna jasa transportasi umum di Jakarta.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *