DAERAH  

Dies Natalis ke-42, UT Targetkan 1 Juta Mahasiswa pada 2028

CERITAJAMBI.COM – Universitas Terbuka (UT) Jambi mengikuti puncak Dies Natalis ke-42 Universitas Terbuka secara daring melalui Zoom dari Aula UT Jambi, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Direktur UT Jambi, Rahmaddian, S.E., M.M., dan diikuti civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga karyawan UT Jambi.

Dies Natalis ke-42 UT tahun ini mengusung tema “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri”. Momentum tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan UT sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi negeri itu dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui inovasi dan teknologi.

Dalam puncak Dies Natalis ke-42 yang digelar secara nasional, Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, mengungkapkan target besar UT untuk mampu melayani hingga 1 juta mahasiswa paling lambat pada 2028.

Target tersebut seiring dengan terus meningkatnya jumlah mahasiswa aktif UT. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif mencapai 856.444 orang, meningkat dari sebelumnya 768.248 mahasiswa.

“Kita hari ini pantas melayani mahasiswa 856.444 dari tahun sebelumnya 768.248. Sebuah lonjakan yang membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap UT sekaligus keseriusan UT untuk terus menghadirkan akses pendidikan tinggi berkualitas ke seluruh negeri bahkan mancanegara,” kata Ali dalam konferensi pers seusai puncak Dies Natalis ke-42 UT di UT Convention Center, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (4/9/2026).

Ali mengatakan, jumlah mahasiswa UT diperkirakan terus bertambah sekitar 110 ribu mahasiswa setiap tahun. Dengan tren pertumbuhan tersebut, UT optimistis kapasitas layanan 1 juta mahasiswa dapat tercapai dalam dua tahun mendatang.

BACA JUGA :  Wisuda UT Jambi 2026 Berlangsung Khidmat, Pendidikan Terbuka Jangkau Pelosok

“Insyaallah paling lambat 2028 kita sudah mampu melayani 1 juta,” tegasnya.

Untuk mendukung target tersebut, UT terus memperkuat sistem admisi dan registrasi yang telah terintegrasi. Sistem ini memungkinkan mahasiswa mengetahui perencanaan pembelajaran hingga proses ujian sejak awal menjadi mahasiswa UT.

“Dari mulai mahasiswa masuk sudah dia tahu perencanaan pembelajaran hingga lulus ujian,” ujarnya.

Penguatan juga dilakukan pada sistem ujian daring. Kapasitas sistem ujian UT kini telah disiapkan untuk melayani hingga 250 ribu pengguna secara bersamaan, meningkat signifikan dibandingkan kapasitas sebelumnya yang hanya 125 ribu pengguna secara serentak.

Selain sistem ujian, UT memperkuat Learning Management System (LMS) untuk memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa dalam mengakses pembelajaran.

“Learning Management System kita hari ini sudah siap untuk diakses mahasiswa kita kapan saja di mana saja,” kata Ali.

Dari sisi akademik, UT juga telah menuntaskan penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) pada seluruh program studi. Implementasi tersebut mencakup 54 program studi dengan 1.077 bahan ajar.

“Kita tahun ini telah menuntaskan seluruh kurikulum kita berbasis OBE, Outcome Based Education. Itu tidak mudah karena punya 54 program studi, dan kemudian punya bahan ajar 1.077 tadi, itu semua harus kita rombak menjadi kurikulum berbasis OBE,” jelasnya.

Kinerja penelitian juga mengalami peningkatan. Jumlah publikasi penelitian dosen dan peneliti UT naik dari 1.151 menjadi 1.251 publikasi. Sementara publikasi yang terindeks internasional bereputasi Scopus dan Web of Science (WoS) kuartil Q1 hingga Q4 meningkat dari 748 pada 2024 menjadi 922 pada 2026.

BACA JUGA :  Longsor, Intake Aurduri Terancam

Di tingkat global, UT juga mencatat peningkatan dalam Times Higher Education Sustainability Impact Ratings 2026. UT kini berada di peringkat 801 dari 1.000 universitas dunia, meningkat dari posisi sebelumnya 1.000 dari 1.500 universitas dunia.

Tak berhenti pada penguatan pendidikan akademik, UT juga tengah menyiapkan Sekolah Vokasi untuk memperluas kontribusi terhadap kebutuhan dunia kerja.

Ali menegaskan, pendidikan vokasi harus memiliki dukungan tempat praktik dan magang yang memadai. Mahasiswa juga diharapkan memiliki peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

“Jangan selenggarakan vokasi kalau tidak ada tempat praktek dan magang. Artinya memang wajib syarat itu harus terpenuhi. Yang kedua: jangan luluskan mahasiswa vokasi sebelum pasti tempat bekerja,” katanya.

Untuk mendukung program tersebut, UT telah menghubungkan sekitar 200 lembaga, mulai dari perguruan tinggi vokasi, pemerintah daerah, Balai Latihan Kerja (BLK) hingga industri.

Sekolah Vokasi UT ditargetkan mulai diperkenalkan pada akhir 2027 dan mulai berjalan pada 2028.

“Targetnya 2027 akhir sudah introduce, 2028 sudah running,” ujar Ali.

Ketua Dies Natalis sekaligus Dekan Universitas Terbuka, Dr. Ucu Rahayu, mengatakan peringatan Dies Natalis ke-42 bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan UT sekaligus memperkuat transformasi institusi.

BACA JUGA :  Pemkot Jambi Lindungi 3.000 Pekerja Rentan Lewat Program Jaminan Sosial

“Memasuki usia ke-42, peringatan Dies Natalis UT bukan semata-mata perayaan bertambahnya usia institusi, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan UT, mengapresiasi capaian, memperkuat kolaborasi, dan meneguhkan langkah transformasi ke depan,” kata Ucu.

Sementara itu, keikutsertaan UT Jambi dalam puncak Dies Natalis tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan secara nasional.

Dengan tema “Mendunia dengan Inovasi, Berdampak untuk Negeri”, UT menegaskan arah pengembangan institusi yang mengedepankan inovasi, transformasi digital, dan perluasan akses pendidikan tinggi.

Ali mengingatkan, berbagai capaian yang telah diraih tidak boleh membuat UT berhenti berinovasi. Menurutnya, perubahan dunia pendidikan berlangsung sangat cepat sehingga UT harus terus beradaptasi.

“Di era disrupsi yang pergerakannya secepat kedipan mata, bersikap biasa-biasa saja itu artinya menempuh jalan pintas menuju ketertinggalan,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh transformasi yang dilakukan UT membutuhkan kerja sama seluruh civitas akademika.

“Tidak ada Superman di Universitas Terbuka, yang ada adalah super tim. Yang ada adalah super tim. Kita semua adalah super tim,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *