CERITAJAMBI.COM – Hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Provinsi Jambi kembali menjadi perhatian menjelang pelantikan pejabat eselon II yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (16/7/2026). Namun, agenda tersebut sempat ditunda karena adanya percepatan kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Jambi.
Menariknya, dari informasi yang beredar menjelang pelantikan, terdapat indikasi bahwa tidak seluruh pejabat yang meraih nilai tertinggi pada proses lelang jabatan akan dilantik mengisi jabatan yang diperebutkan.
Sorotan mengarah pada formasi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi. Dalam hasil seleksi yang diumumkan Panitia Seleksi pada 7 Juli 2026, H. Verry Ardiansyah, S.Sos., M.Si. menjadi peserta dengan nilai tertinggi, yakni 83,283, mengungguli Drs. Atma Jaya, M.Si. yang memperoleh nilai 83,028, serta Drs. Amidy, M.Si.dengan nilai 82,783.
Apabila informasi tersebut benar, maka jabatan Kepala DP3AP2 menjadi satu-satunya formasi yang tidak diisi oleh peserta dengan peringkat pertama hasil seleksi terbuka.
Sementara itu, pada empat formasi lainnya, nama-nama yang memperoleh nilai tertinggi diperkirakan tetap menjadi pilihan untuk menduduki jabatan definitif, yakni:
Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi: drg. Iwan Hendrawan, MARS dengan nilai 83,663.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan: Nasrul, S.T., M.T. dengan nilai 81,928.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi: M. Umar My., S.E., M.M. dengan nilai 81,543.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi: Bustanul Aripin, S.E., M.E. dengan nilai 81,053.
Secara aturan, hasil seleksi terbuka menghasilkan tiga besar kandidat yang berstatus “dapat direkomendasikan”. Penetapan pejabat definitif tetap menjadi kewenangan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dalam hal ini Gubernur Jambi, sehingga tidak ada ketentuan yang mewajibkan peserta dengan nilai tertinggi harus dipilih.
Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Provinsi Jambi belum memberikan penjelasan resmi mengenai dasar pertimbangan apabila nantinya memilih kandidat yang bukan peraih nilai tertinggi pada formasi Kepala DP3AP2.
Publik kini menunggu pelaksanaan pelantikan pejabat eselon II yang dijadwalkan ulang setelah sempat ditunda akibat perubahan agenda kunjungan Wakil Presiden RI ke Provinsi Jambi.






