JAMBI,CERITAJAMBI.COM – Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan keluarga berkualitas.
Kegiatan ini berlangsung pada 7–8 April 2026 di Ruang Kelas Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi dan puncaknya pada 8 April 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, dengan dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai unsur.
Rakorda tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi, Drs. Putut Riyatno, M.Kes, Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN RI, Dr. Ucok Abdulrauf Damenta, Mag.rer.publ, serta Gubernur Jambi, Al Haris.
Dalam laporannya, Putut Riyatno menegaskan bahwa pembangunan kependudukan dan keluarga merupakan pilar strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi dalam mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana di daerah.
“Pendekatan kolaboratif berbasis keluarga menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, seperti stunting, urbanisasi, ketimpangan wilayah, hingga pemanfaatan bonus demografi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang terus diperkuat, antara lain program GENTING untuk percepatan penurunan stunting, TAMASYA yang berfokus pada peningkatan kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak, GATI untuk mendorong keterlibatan ayah dalam keluarga, pemanfaatan aplikasi konsultasi berbasis kecerdasan buatan, serta SIDAYA dalam pemberdayaan lansia.
Upaya percepatan penurunan stunting juga diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (MBG 3B). Dalam implementasinya, keluarga menjadi aktor utama dengan dukungan lintas sektor, termasuk melalui peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) sesuai dengan Perpres Nomor 115 Tahun 2025.
Di Provinsi Jambi, pelaksanaan program MBG 3B menunjukkan progres yang cukup baik. Hingga saat ini tercatat 154 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk, dengan 50 unit di antaranya telah aktif menyalurkan bantuan kepada sasaran. Sebanyak 15.447 penerima manfaat pun telah terlayani.
Rakorda ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan antarinstansi, memperkuat komitmen pemangku kepentingan, serta mengevaluasi capaian dan tantangan pelaksanaan program di lapangan. Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk merumuskan langkah tindak lanjut yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Adapun tujuan Rakorda 2026 meliputi evaluasi kinerja Program Bangga Kencana tahun 2025, penyelarasan arah kebijakan dengan strategi nasional Kemendukbangga/BKKBN, penguatan sinergi pemenuhan gizi melalui MBG 3B, serta perumusan strategi percepatan penurunan stunting berbasis keluarga.
Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa Program Bangga Kencana memiliki peran penting dalam mendukung program prioritas Presiden sekaligus selaras dengan visi pembangunan daerah “Jambi Mantap”.
“Program ini tidak hanya mendukung kebijakan nasional, tetapi juga memperkuat pembangunan daerah melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Rakorda Bangga Kencana 2026 diharapkan mampu mempercepat transformasi pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana di Provinsi Jambi secara berkelanjutan. (*)






